riau24

Dinas PUPR Pekanbaru Data 30 Titik Rawan Banjir, Terbanyak di Kecamatan Ini

Senin, 10 Februari 2020 | 12:26 WIB
Ilustrasi banjir Pekanbaru Ilustrasi banjir Pekanbaru

RIAU24.COM - PEKANBARU - Hujan yang terjadi di Kota Pekanbaru kerap membuat jalanan tergenang dan banjir. Hal ini disebabkan karena tidak efektifnya saluran air atau drainase yang ada.

Terkait hal ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, mendata ada 30 titik rawan banjir yang menjadi perhatian. 

Namun, Dinas PUPR ternyata belum memiliki peta drainase dan sungai untuk penanganan permasalahan banjir. Akibatnya, lokasi yang rawan banjir hanya berdasarkan perkiraan semata.

Baca Juga: Meresahkan, DPKP Pekanbaru Tebas Pohon Tua Di Wilayah Ini

 

"Sekarang, kami sedang menyusun peta drainase dan anak sungai. Peta ini akan menjadi perhatian kami dimana di titik-titik yang biasa banjir. Ada 30 titik rawan banjir yang jadi perhatian," kata Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution belum lama ini.

 

Menurutnya, dengan dibuatnya peta drainase dan sungai, maka konsultan bisa memberikan solusi terhadap penanganan banjir secara tepat. 

 

30 titik rawan banjir itu tersebar diseluruh Kecamatan di Pekanbaru. Namun, yang paling banyak masih terdapat di Kecamatan Tampan. 

Baca Juga: 32 Warga Pekanbaru Tertangkap Tangan Buang Sampah Sembarangan, Segini Dendanya

"Titik-titik rawan banjir itu terdapat di seluruh Kecamatan. Yang paling banyak itu di Kecamatan Tampan, Jalan Cipta Karya, Suka Karya, dan sekitarnya," jelasnya. 

Kemudian, di depan Awal Bros Sudirman, di depan Dealer Suzuki Jalan Riau, di depan Hotel Premiere Jalan Sudirman, di depan Awal Bros Jalan Soebrantas, di persimpangan Tabek Gadang, di depan Family Box Jalan Soebrantas, di Terminal AKAP Jalan Tuanku Tambusai Ujung dan di depan Pasar Buah Jalan Sudirman.

Saat ini pihaknya hanya dapat melakukan upaya pembersihan drainase. Sejumlah drainase dan anak sungai dilakukan normalisasi agar laju ari tidak terhambat.

"Dari identifikasi ada 30 titik banjir yang harus kita bebaskan, dan di 2020 ini kita menyusun masterplan penanganan banjir," tutupnya. (R24/put)

PenulisR24/put



Loading...


Loading...