riau24

Trump Prediksi Virus Corona Akan Hilang April 2020

Selasa, 11 Februari 2020 | 09:44 WIB
Donald Trump (net) Donald Trump (net)

RIAU24.COM -  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi wabah virus Corona yang telah menelan 1 016 korban jiwa akan menghilang pada bulan April 2020. Menurut Trump, virus biasanya akan terbunuh oleh cuacana panas. 

"Virus, biasanya akan hilang pada bulan April, [cuaca] panas, secara umum, membunuh virus semacam ini," kata Donald Trump kepada wartawan di Gedung Putih dilansir Kumparan mengutip AFP, Selasa 11 Februari 2020.

Baca Juga: Semakin Menyebar, Sudan Selatan Dilanda Gerombolan Belalang Gurun yang Merusak Seluruh Tanaman

Trump mengaku telah berkomunikasi dengan Presiden China, Xi Jinping. Kepada Trump, Xi begitu percaya diri negaranya bisa memberantas segera virus asal Wuhan itu. 

"[Saya] telah berbicara panjang lebar dengan Presiden Xi, dua malam lalu," kata Trump.

"Dia merasa sangat percaya diri, [itu] selama bulan April, panasnya, secara umum, membunuh virus jenis ini. Itu akan menjadi harapan yang baik," sambungnya. 

Prediksi Trump kemungkinan karena melihat virus corona mirip dengan flu yang cenderung muncul di musim dingin. Virus corona dinilai dapat hilang sendiri karena curah hujan yang lebih ringan di musim kemarau. 

Tetapi ramalan Trump ini bertentangan dengan pernyataan pejabat tinggi kesehatan AS yang memperingatkan agar tidak mengomentari soal lintasan epidemi.

"Masalahnya adalah, kita tidak tahu," ujar Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Anthony Fauci. 

"Dan segala macam prediksi akan keliru, karena begitu banyak yang tidak kita ketahui," tambahnya.

Terlebih, dalam jurnal medis Inggris, The Lancet, yang terbit pada 31 Januari, menyebutkan jika epidemi mulai turun di pusat kota Wuhan pada bulan April, ia masih dapat tumbuh secara global hingga paruh kedua tahun ini.

Virus corona telah menyebar ke 28 negara dan menjangkiti lebih dari 42.000 orang. Meski angka kematian menembus seribu pasien, namun China mengklaim pasien sembuh mencapai 3.281 orang per Senin 10 Februari 2020. Adapun data realtime John Hopkins menyebut pasien sembuh mencapai 3.950 orang. 

Baca Juga: Mengkhawatirkan, India Alami Penurunan Tajam Dalam Populasi Burung

PenulisR24/riko



Loading...


Terpopuler

Loading...