riau24

Tolak Laporan Ujaran Kebencian Atas Ade Armando, FPI Sebut Bareskrim Tak Adil dan Tebang Pilih

Selasa, 11 Februari 2020 | 10:27 WIB
Kuasa Hukum FPI Aziz Yanuar Kuasa Hukum FPI Aziz Yanuar

RIAU24.COM - Pihak Bareskrim Polri menolak laporan Front Pembela Islam (FPI) terhadap dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando. Hal itu membuat FPI kecewa.

Diketahui, pendukung Jokowi tersebut dilaporkan FPI terkait dugaan ujaran kebencian yang disampaikan dalam sebuah dialog di stasiun televisi swasta.
Baca Juga: Fahri Hamzah: Wajar Prabowo Menteri Terbaik, Survei Capres Saja Nomor Dua

Pada dialog yang berlangsung pada 3 Februari 2020 lalu itu, Ade Armando diduga melakukan tindak pidana ujaran kebencian dengan menyebut FPI sebagai organisasi preman.

Kuasa Hukum FPI, Aziz Yanuar menyebutkan jika Polri tak adil dan tebang pilih karena menolak laporan. Dia berpendapat, FPI telah memenuhi semua bukti sebagai syarat pelaporan terhadap Ade Armando ke Bareskrim Mabes Polri.

"Di sini kita membuktikan bahwa ketidakadilan dan penegakan hukum yang tebang pilih terbukti di beberapa hal termasuk hari ini. Kita buktikan sekali lagi secara jelas nyata pihak penyidik tindak pidana umum tidak mau memproses laporan kita," ujarnya dilansir dari INews.id, Senin, 10 Februari 2020.
Baca Juga: Meme Jadi Kenyataan, Kini Bayar SPP Benar-benar Bisa Lewat Gopay

Aziz pun membandingkan dengan laporan yang kerap diajukan orang-orang yang disebut sebagai bagian dari kelompok Ade Armando, seperti Abu Janda. Dia menilai, Polri cenderung bersikap lebih mudah menerima laporan kelompok tersebut ketimbang yang diajukan FPI.

"Kami mau belajar dari dia dan iri bagaimana caranya kebal hukum dan gimana rombongan mereka kalau laporan seperti Abu Janda, Jack Lapian langsung diterima bahkan UU ITE masuk, komplit lapor diproses. Tapi ketika dilaporkan tak diproses kita dalam tanda petik iri," jelasnya.

PenulisR24/ibl



Loading...


Loading...