riau24

Kongres Pemilihan Ketum PAN Ricuh, 30 Orang Disebut Terluka

Selasa, 11 Februari 2020 | 19:30 WIB
Kongres Pemilihan Ketum PAN Ricuh, 30 Orang Disebut Terluka (net) Kongres Pemilihan Ketum PAN Ricuh, 30 Orang Disebut Terluka (net)

RIAU24.COM -  Kongres V Partai Amanat Nasional di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara berakhir rusuh. Bentrokan terjadi antar sesama peserta yang hadir.  Akibat hal tersebut, sebanyak 30 orang dilaporkan terluka akibat kericuhan tersebut.

Baca Juga: Soal Video Lucinta Luna Meraung-raung Minta Obat Penenang, Pakar Ekspresi Sebut Itu Cuma Drama

"Banyak yang berdarah, ada 30 (orang), tapi kami tidak bisa ekspos nama-namanya," ujar Ketua DPW PAN Sulawesi Barat, Asri Anas, di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, mengutip dari Rupublika. Selasa 11 Februari 2020.

Ia menjelaskan, sebagian besar orang terluka akibat terkena benturan dari kursi yang dilempar di ruang sidang pleno. Bahkan, Anas menyebut, sejumlah orang mengalami luka di kepala. "Paling banyak di kepala karena terkena lemparan kursi dan benda keras dihantam," ujar Anas.

Bentrokan pecah jelang pemilihan calon Ketua Umum PAN, Selasa 11 Februari 2020. Peserta tak cuma baku pukul tapi juga saling serang dengan berbagai benda tumpul. Dampaknya banyak kader partai berlambang matahari terbit itu bermandikan darah. 

Salah satu calon Ketua Umum PAN, Mulfachri Harahap menuturukan, kongres mulai memanas setelah terjadi masalah registrasi kepesertaan kongres.

"Ini kan soal kepesertaan, lagi-lagi sejak kemarin saya bilang bahwa SC (Steering Committee) harus menyelesaikan dulu persoalan-persoalan yang menyangkut masalah kepesertaan. Kita tahu bahwa ada sejumlah daerah, ada sejumlah pemilik suara yang masih diperdebatkan status kepesertaannya. Ini saya sampaikan kemarin. Kalau ini tidak diselesaikan sejak awal, ini potensi untuk menjadi masalah," kata Mulfachri mengutip dari Viva. Selasa 11 Februari 2020.

Baca Juga: Babat Habis Rambut dan Jenggot, Abu Janda Malah Disebut Mirip Tokoh Ini

Saat ini, orang-orang yang terluka telah dibawa ke tempat yang lebih aman untuk dilakukan penanganan medis. Para pemilik suara juga diamankan ke ruangan khusus untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

PenulisR24/riko



Loading...


Loading...