riau24

Ini Kata BMKG Soal Penyebab Gempa di Padang Panjang

Kamis, 13 Februari 2020 | 10:42 WIB
Ilustrasi/net Ilustrasi/net

RIAU24.COM - Hari ini, Kamis, 13 Februari 2020, Gempa magnitudo (M) 4,1 melanda Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar). BMKG menginformasikan gempa terjadi pada pukul 01.37 WIB dengan kedalaman 10 km.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Padang Panjang mengatakan jika gempa bumi yang terjadi di Kota Padang Panjang dikarenakan adanya aktivitas sesar Sumatera segmen Sianok.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal," jelas Kepala Stasiun Geofisika Klas I Padang Panjang Irwan Slamet dikutip dari Antaranews.com, Kamis, 13 Februari 2020.
Baca Juga: Rekaman Video Ini Bikin Netizen Heboh, Entah Apa Sebab Si Pengunduh Sebut Penyanyi Raisa dengan Panggilan Anj*nghh

Gempa tersebut terjadi pada Kamis dini hari tadi pukul 01.37 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,1 berada di darat dengan koordinat 0,40 lintang selatan dan 100,44 bujur timur sekitar delapan kilometer timur laut Padangpanjang di kedalaman hiposenter 10 kilometer.

Dari informasi masyarakat, lanjutnya, goncangan tersebut juga dirasakan warga di Kabupaten Tanah Datar, Bukittinggi III-IV Modified Mercalli Intensity (MMI), Payakumbuh III MMI. Saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

Berdasarkan hasil dari monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. Maka itu, masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Baca Juga: Said Didu Sebut Orang Yang Buat Rakyat Menderita Harusnya Kena Pajak Tinggi, Netizen Balas Begini

Pihaknya juga mengimbau jika masyarakat ingin mengetahui informasi lebih lanjut terkait kebencanaan, terutama gempa bumi maka bisa mengakses laman  dan akun sosial media resmi BMKG yang telah terverifikasi.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," tutup Irwan Slamet.

PenulisR24/ibl



Loading...


Loading...