riau24

Skoring Kepuasaan Publik Atas Kinerja KPK Menurun

Kamis, 13 Februari 2020 | 11:30 WIB
Skoring kepuasaan publik atas kinerje KPK menurun (foto/int) Skoring kepuasaan publik atas kinerje KPK menurun (foto/int)

RIAU24.COM - JAKARTA- Skoring kepuasaan publik atas kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menurun. Sebagaimana hasil survei Alvara Research Center atas riset kepuasan publik terhadap kinerja lembaga negara di 100 hari kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Menurut CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali, hal ini terjadi setelah Undang-undang KPK direvisi. Survei sendiri dilakukan pada Agustus 2019 hingga Februari 2020.

Baca Juga: Kuasa Hukum Sebut Petinggi Sunda Emipire Ngaku Pernah Jadi Kader PDIP dan Nyalon Bupati Brebes



Hasan menjelaskan, pada Agustus 2019, KPK berada di posisi kedua tertinggi, sedangkan pada Februari 2020 mereka berada di peringkat kelima.

"Yang menarik adalah bila dibandingkan dengan survei Agustus 2019 terdapat penurunan yang cukup tajam tingkat kepuasan publik terhadap KPK dan KPU. KPK turun dari peringkat 2 ke peringkat 5," ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (12/2/2020).

Baca Juga: Tiba-tiba Anya Geraldine Pakai Baju SMA, Netizen: Kok Makin Imut

Sedangkan posisi pertama diduduki oleh TNI dengan tingkat kepuasan 85,2 persen. Posisi kedua duduki Polri dengan tingkat kepuasan 72,7 persen.

Posisi ketiga dan keempat masing-masing diduduki Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan tingkat kepuasan masing-masing 72,7 persen dan 72,4 persen.

Dibawah KPK ada yang  berada di posisi kelima dengan tingkat kepuasan 71,1 persen adalah Kejaksaan Agung di posisi keenam dengan tingkat kepuasan 70,1 persen.

Sedangkan peringkat ketujuh hingga kesebelas diduduki oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) (65,3 persen), KPU (63,3 persen), Partai Politik (60,8 persen), MPR (60,2 persen) , dan DPR (53,7 persen).

"Peringkat terbawah masih ditempati oleh lembaga lembaga legislative (DPR, MPR), dan Partai Politik," ujar Hasanuddin Ali.

Untuk diketahui, survei ini didasarkan pada hasil survei yang dilakukan Alvara pada akhir Januari hingga awal Februari dengan 1.000 responden dan margin error 3,16 persen, serta Tingkat Kepercayaan 95 persen.

Adapun data diperoleh melalui wawancara tatap muka yang dilakukan dengan multistage random sampling di 13 provinsi Indonesia. (R24/Bisma)

PenulisR24/bis



Loading...


Loading...