riau24

Terlalu Mahal, Pembelian Alat Ukur ISPU Batal, Barharap Bantuan Dari Pusat

Kamis, 13 Februari 2020 | 11:35 WIB
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan batal membeli alat ISPU (foto/int) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan batal membeli alat ISPU (foto/int)

RIAU24.COM - PELALAWAN- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan pastikan batal untuk membeli alat ukur Indek Standar Pencemaran Udara (ISPU) di APBD tahun 2020. Padahal, sempat digadang-gadang alat tersebut akan dibeli.

"Tak jadi. Terlalu mahal. Kita akan usahakan, bantuan dari pusat saja," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan Eko Novitra kepada Riau24.com, Rabu (13/2/2020).

Baca Juga: Lingkungan Rumah Warga Pelalawan Positif Corona Disemprot Disinfektan



Eko membenarkan pihaknya, sudah mulai menyusun anggaran untuk pengadaan alat pengukur ISPU ini, sejak pembahasan APBD Perubahan tahun 2019.

Kadis DLH sebelumnya, Samsul Anwar pernah menyebutkan anggaran untuk membeli alat ukur ISPU itu sekitar Rp 500 Juta.

Baca Juga: Karhutla di Pangkalan Terap Belum Padam, Hari Ini Dua Helikopter Lakukan Water Boombing

"Yang permanen seperti di Kota Pekanbaru itu, diatas Rp 3 Milyar ya. Namun tetap akan kita usahakan," sebut Kadis Eko.

Kondisi ini disayangkan masyarakat. Pelalawan ini sudah langganan kabut asap setiap tahunnya. Harusnya peralatan ukur ISPU tersebut dimiliki, agar masyarakat tahu tingkat pencemaran udara ketika musim kabut asap.

"Termasuk juga kemungkinan adanya pencemaran udara oleh perusahaan, di Pelalawan ini. Masyarakat minta betul, agar alat tersebut dimiliki Pelalawan," kata Atan, warga Jalan Akasia Pangkalan Kerinci. (R24/Ardi)

PenulisR24/ardi



Loading...
Loading...