riau24

Cegat Kapal Layar di Laut Arab, Angkatan Laut Amerika Sita Ratusan Rudal Milik Iran

Jumat, 14 Februari 2020 | 09:29 WIB
Kapal perang Amerika Serikat, USS Normandy. Foto/Wikimedia Commons Kapal perang Amerika Serikat, USS Normandy. Foto/Wikimedia Commons

RIAU24.COM -  WASHINGTON - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mencegat sebuah kapal layar di laut Arab yang mengangkut ratusan rudal dan senjata. Rudal dan senjata itu diyakini milik Iran yang akan diberikan kepada pemberontak Houthi di Yaman.

Dalam sebuah pernyataan, militer Washington mengatakan kru kapal perang USS Normandy yang bersenjata rudal mencegat dan menaiki sebuah dhow, kapal layar tradisional, di Laut Arab pada hari Minggu. "Senjata yang disita termasuk 150 rudal anti-tank terpandu (ATGM) Dehlavieh, yang merupakan salinan ATGM Kornet Rusia buatan Iran," bunyi pernyataan tersebut.

"Komponen senjata lainnya yang disita di atas dhow adalah desain dan manufaktur Iran dan termasuk tiga rudal surface-to-air Iran," lanjut militer Amerika, seperti dikutip Sindonews dari Reuters Jumat (14/2/2020).

Pihak Washington menambahkan senjata yang disita pada hari Minggu identik dengan senjata yang disita oleh kru kapal perang AS lain pada bulan November. Saat itu, kru kapal perusak USS Forrest Sherman menyita bagian-bagian rudal canggih yang diyakini terkait dengan Iran dari sebuah kapal yang telah berhenti di Laut Arab.

Dalam beberapa tahun terakhir, kapal perang AS telah mencegat dan menyita senjata Iran yang kemungkinan ditujukan untuk kelompok pemberontak Houthi di Yaman.

Di bawah resolusi PBB, Teheran dilarang memasok, menjual atau mentransfer senjata di luar negara tersebut kecuali disetujui oleh Dewan Keamanan PBB. Resolusi PBB lainnya tentang Yaman juga melarang negara mana pun memasok senjata kepada para pemimpin Houthi.

Houthi telah membangun gudang senjata mereka menggunakan manufaktur lokal, keahlian asing, dan bagian-bagian yang diselundupkan dari Iran. Konflik di Yaman terlihat di wilayah tersebut sebagai perang proksi antara Arab Saudi dan Iran.***

PenulisR24/saut



Loading...


Loading...