riau24

Panen Kecaman Gara-gara Agama Musuh Pancasila, Kepala BPIP Malah Dapat Pembelaan dari Lembaga Ini

Jumat, 14 Februari 2020 | 09:47 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

RIAU24.COM -  Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi panen hujatan dan kecaman terkait pernyataannya mengenai agama menjadi musuh Pancasila. Namun belakangan Yudian mendapat pembelaan dan dukungan dari SETARA Institute.

“Dalam pandangan SETARA Institute, apa yang disampaikan Kepala BPIP faktual adanya. Dia secara terbuka mengakui bahwa ada sekelompok orang, yang mereduksi agama, mengatasnamakan agama, dan mendaku mewakili pemeluk agama mayoritas, telah menggunakan agama untuk memusuhi Pancasila,” kata Direktur Riset Setara Institute Halili, melalui keterangan tertulis, Kamis 13 Februari 2020.

zxc

Menurut Halili, berdasarkan data SETARA mengenai Kondisi Kebebasan beragama dan berkeyakinan, kelompok-kelompok intoleran, telah melakukan sejumlah pelanggaran kebebasan beragama. Dalam 12 tahun terakhir, telah terjadi 2.400 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan dengan 3.177 insiden.

Data pelanggaran tersebut menurut Halili menegaskan individu dan kelompok intoleran yang telah nyata-nyata melanggar hak konstitusional warga untuk beragama atau berkeyakinan. Padahal, kebebasan beragama diatur dalam Pasal 29 Ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara 1945.

Halili menangkap konteks pernyataan tersebut berbeda dari apa yang kini ramai di publik. Menurut dia, BPIP berbicara soal sekelompok minoritas yang mengatasnamakan mayoritas telah menggunakan agama untuk memusuhi Pancasila. Serta terdapat sekelompok orang yang menggunakan agama untuk kepentingan politik kelompoknya.

Baca Juga: Babat Habis Rambut dan Jenggot, Abu Janda Malah Disebut Mirip Tokoh Ini

“Sayangnya, yang menjadi konsumsi awam, juga oknum anggota DPR, Partai Politik, Pimpinan MUI, Pimpinan Ormas Islam, dan bahkan beberapa intelektual di Perguruan Tinggi adalah ‘Agama Musuh Pancasila’,” ucapnya seperti dilansir Tempo.***

PenulisR24/saut



Loading...


Terpopuler

Loading...