riau24

Ribuan Kandidat Parlemen Iran Didiskualifikasi, 290 Kursi Diperebutkan

Jumat, 14 Februari 2020 | 10:09 WIB
Ribuan kandidat dari 7 ribu kandidat sudah didiskualisasikan dalam persaingan pemilihan umum parlemen Iran (foto/int) Ribuan kandidat dari 7 ribu kandidat sudah didiskualisasikan dalam persaingan pemilihan umum parlemen Iran (foto/int)

RIAU24.COM - Jumat 14 Februari 2020, Ribuan kandidat dari 7 ribu kandidat sudah didiskualisasikan dalam persaingan pemilihan umum parlemen Iran. Setidaknya ada 290 kursi yang akan diperebutkan pekan ini.

Dilansir dari Okezone, masa kampanye bakal berlangsung selama sekira sepekan, sampai pemungutan suara yang akan digelar pada 21 Februari 2020.VOA melaporkan Jumat (14/2/2020), pemilu Iran dipandang sebagai kontes antara kandidat-kandidat berhaluan keras dan kandidat-kandidat konservatif.

Baca Juga: Tiga Roket Katyusha Terbang Lagi, Jatuhnya Dekat Kedutaan AS di Irak



Para calon yang didiskualifikasi berasal dari kandidat pro-reformasi dan moderat. Pemilu Iran ini merupakan ujian bagi popularitas Presiden Hassan Rouhani, tokoh yang relatif moderat yang kesulitan memenuhi janjinya memperbaiki kehidupan rakyat di bawah sanksi-sanksi ekonomi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS).

Presiden Rouhani mengecam Dewan Garda, badan berhaluan keras yang menyeleksi semua kandidat. Apalagi Dewan Garda itu mendiskualifikasi ribuan orang yang mencalonkan diri, termasuk 90 orang yang tercatat sebagai anggota parlemen saat ini.

Baca Juga: Kabar Jackie Chan Masuk Islam Sempat Viral, Ternyata Begini Aslinya

Hanya saja para pakar menyebut, meningkatnya ketidakpuasan rakyat terhadap ekonomi Iran yang memburuk. Apalagi tak adanya proses pemilu yang transparan dan adil kemungkinan bakal menyusutkan niat banyak pemilih untuk hadir di tempat pemungutan suara (TPS).

Hassan Rouhani bahkan menggunakan pidato memperingati 41 tahun Revolusi Iran yang digelar pekan ini, untuk mendesak warga Iran mau memberikan suara mereka.

Ajakan serupa dikatakan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatolah Khamenei. Ayatolah Khamenei mengatakan menyalurkan hak pilih adalah tindakan patriotik di tengah ketegangan antara Teheran dengan Amerika Serikat (AS). (Riki)

PenulisR24/riki



Loading...


Terpopuler

Loading...