riau24

Arab Saudi Cepat-cepat Bantah Virus Corona Wuhan di Negaranya, Kedubes Sebut yang Viral Itu Video Lama

Jumat, 14 Februari 2020 | 21:22 WIB
Pihak Arab Saudi telah membantah video yang viral dan dikaitkan kemunculan virus corona baru asal Wuhan (foto/int) Pihak Arab Saudi telah membantah video yang viral dan dikaitkan kemunculan virus corona baru asal Wuhan (foto/int)

RIAU24.COM - Jumat 14 Februari 2020, Pihak Arab Saudi telah membantah video yang viral dan dikaitkan kemunculan virus corona baru asal Wuhan. Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi di Indonesia sebut video yang ada itu adalah video lama terkait virus corona lama.

Baca Juga: Aktivis Sudan Ungkap Pasukan Keamanan Telah Menembakkan Gas Air Mata ke Arah Ratusan Pemrotes di Khartoum



Hal itu Kedubes Saudi dalam akun resmi Twitternya @KSAembassyID seperti dilansir dari Sindonews. "Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta menyampaikan bahwa video yang beredar di sejumlah media massa dan media sosial Indonesia akhir-akhir ini terkait penemuan sejumlah kasus penyebaran virus corona (Covid-19) di Arab Saudi adalah video lama yang terjadi pada saat munculnya virus corona lama yang melanda sejumlah negara di dunia," sebut Kedubes Saudi tersebut.

Baca Juga: Bocah Palestina yang Ditembak Oleh Polisi Israel di Issawiya, Alami Buta Permanen

"Kedubes juga menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah mengumumkan bahwa hingga saat ini tidak tercatat adanya kasus terjangkit virus corona tersebut di dalam wilayah Saudi, serta menjelaskan bahwa pihak terkait telah mengambil langkah-langkah pencegahan di seluruh gerbang masuk guna mencegah masuknya virus dimaksud ke Arab Saudi," sambung pernyataan Kedubes Saudi.

Sebagai informasi, hingga kini sudah 1.492 orang meninggal dunia akibat virus corona baru dan sebagian besar di China daratan. Sampau Jumat (14/2), sudah 48 kota dan empat provinsi di China mengeluarkan peringatan resmi untuk kebijakan penutupan atau isolasi wilayah.

Termasuk pembatasan sistem transportasi publik, kereta dan jalan raya. Selain itu juga ada 450 kasus dikonfirmasi di 24 negara dan wilayah di luar China.

Salah satu yang terbanyak ada 33 kasus terjadi di Jepang, serta 218 kasus dari kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama, selatan Tokyo. (Riki)

PenulisR24/riki



Loading...


Loading...