riau24

Tak Seperti Negara Lain, Disini Para Pasien yang Terkena Corona Ditembak Mati Untuk Menghindari Penyebaran Virus

Sabtu, 15 Februari 2020 | 08:37 WIB
Tak Seperti Negara Lain, Disini Para Pasien yang Terkena Corona Ditembak Mati Untuk Menghindari Penyebaran Virus Tak Seperti Negara Lain, Disini Para Pasien yang Terkena Corona Ditembak Mati Untuk Menghindari Penyebaran Virus

RIAU24.COM -   Ketika berita tentang coronavirus yang mengenai negara-negara lain di luar China pertama kali muncul, Korea Utara adalah salah satu negara pertama yang memblokir semua turis asing masuk sebagai tindakan pencegahan terhadap virus, seperti yang dilaporkan oleh Japan Times.

Mereka sejak itu telah mengambil langkah-langkah drastis, termasuk mengisolasi siapa pun yang pernah ke China atau melakukan kontak dengan warga Tiongkok, untuk menghentikan penyebaran virus, dan mereka bahkan telah sampai pada tingkat mengeksekusi individu yang gagal mematuhi hukum.

Menurut surat kabar Korea, Dong-a Ilbo, seorang pejabat Korea Utara ditembak mati karena nekaat pergi ke pemandian umum padahal ia seharusnya berada di karantina.

Baca Juga: Gempar, Ada Sperma Kuat Bisa Hamili Wanita di Kolam Renang, Berikut Penjelasannya

Dia ditangkap dan langsung ditembak karena mempertaruhkan penyebaran virus corona dengan mengunjungi pemandian umum. Pejabat itu dikucilkan setelah melakukan perjalanan ke China, dengan Kim Jong-un memaksakan hukum militer untuk menegakkan kuncian. Kim Jong-un telah memutuskan bahwa siapa pun yang meninggalkan karantina tanpa persetujuan akan dibunuh sesuai dengan 'hukum militer'.

Seorang pejabat lain diduga diasingkan ke sebuah pertanian di Korea Utara karena berusaha menyembunyikan perjalanannya ke Cina.

Baca Juga: Sakit Migrain dan Ketergantungan Obat Kimia, Dokter Zaidul Akbar Sarankan Ini Agar Sembuh

Adalah umum bagi pemerintah Korea Utara untuk mengeksekusi individu dalam hal-hal seperti ini, meskipun eksekusi ini sulit untuk diverifikasi.

Ada desas-desus bahwa seorang pejabat tinggi telah diasingkan karena pertemuan puncak yang gagal dengan Donald Trump, tetapi klaim itu terbukti salah ketika ia terlihat bersama Kim Jong-un di depan umum.

Sementara itu, Korea Utara belum mengkonfirmasi kasus virus tersebut.

 

 

 

 

R24/DEV

PenulisR24/dev



Loading...


Loading...