riau24

Begini Jauhnya Perbandingan Kepuasan Publik Antara Jokowi dan Ma'ruf Amin

Minggu, 16 Februari 2020 | 23:14 WIB
Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin. Foto: int Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin. Foto: int

RIAU24.COM -  Tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Jokowi pada 100 hari periode keduanya sangat tinggi. Tapi ha yang berbeda dialami Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Selai tidak terlalu tinggi, perbedaannya dengan Jokowi tampak begitu jauh. 

Hal itu tampak dalam hasil survei yang digelar Indo Barometer. Dalam survei tersebut disebutkan, sebanyak 70,1 persen merasa puas. Dengan rincian, 12,3 persen sangat puas dan 57,8 puas.

Sementara itu, sebanyak 27,4 persen merasa tidak puas dengan kinerja Jokowi di 100 hari periode keduanya ini. Ada 2,6 persen yang mengatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Baca Juga: Tak Dimasukkan Zulkifli Hasan dalam Daftar Pengurus, Amien Rais pun Terbuang dari PAN,

Dilansir viva, Minggu 16 Februari 2019, tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi ini dianggap tidak berbanding lurus dengan kepuasan publik kepada Maruf Amin. Walau mayoritas puas, tetapi jaraknya dianggap terlalu besar.

"Memang saya katakan agak njomplang dengan Pak Jokowi," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer Qodari, dalam pemaparan hasil surveinya, di Hotel Atlet Century, Senayan Jakarta, Minggu 16 Februari 2020.

Tingkat kepuasan publik terhadap kerja Maruf Amin sebesar 49,6 persen. Terdiri dari publik yang merasa sangat puas 5,9 persen dan cukup puas 43,7 persen. Sedangkan 37,5 persen merasa tidak puas dan 12,9 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Baca Juga: Virus Corona Mewabah, PKB Riau Rekomendasikan Pilkada Dilaksanakan 2021

Hasil itu juga berbeda bila dibandingkan dengan Jusuf Kalla saat menjadi wakil dari Jokowi pada 2014 lalu. Di mana hasil survei nasional pada 15-25 Maret 2015 mencatat kepuasan publik 53,3 persen. Tidak terlalu jauh dengan kepuasan pada Jokowi disurvei yang sama pada 2015 itu sebesar 57,5 persen.

Menurut Qodari, tingkat kepuasan Jokowi yang sangat tinggi ini, menurutnya harus menjadi modal yang baik untuk melanjutkan program-program pemerintahan Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. ***

PenulisR24/wan



Loading...

Terpopuler

Loading...