riau24

Gara-gara Harun Masiku, Karni Ilyas dan ILC Kena Masalah, Bakal Dilaporkan ke Dewan Pers dan KPI

Senin, 17 Februari 2020 | 12:05 WIB
Presiden ILC,  Karni Ilyas Presiden ILC, Karni Ilyas

RIAU24.COM -  Gara-gara tayangan program Indonesia Lawyer Club (ILC) mengangkat tema "Masiku, Lenyap Ditelan Angin"  yang tayang pada Selasa, (28/1/2020),  stasiun TV One digugat dan akan dilaporkan ke Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia.  

Menurut salah satu orang yang menyatakan protes, Anselmus AR Masiku,  ILC yang pada saat itu mengangkat tema "Masiku, Lenyap Ditelan Angin" seharusnya tidak sembarangan mengangkat tema, sebab Masiku sebenarnya adalah marga dari Desa La'bo di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Episentrumnya di Jakarta dan Jawa, Pemerintah Bangun RS Pasien Corona di Kepulauan Riau, Fadli Zon Langsung Bilang Begini

"Tema ini dapat saja diframing, seolah mengatakan bahwa Masiku melakukan tindak pidana korupsi, nama Masiku bukanlah hanya digunakan oleh seorang bernama Harun Masiku, tetapi juga digunakan oleh banyak orang yang memiliki hubungan keluarga dengan Harun Masiku, semua pengguna nama Masiku masih memiliki hubungan keluarga," kata Anselmus seperti dikutip Suara.com,  Senin (17/2/2020).

Atas dasar itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kendari itu meminta ILC untuk mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat. Kalu tidak, mereka akan melaporkan ILC ke Komisi Penyiaran Indonesia dan Dewan Pers.

"Saya baru menyampaikannya via Twitter ILC, tapi sampai sekarang belum ada respon, nanti saya akan bersurat langsung ke tvOne, kalau tidak ada respons juga kami akan ke KPI dan Dewan Pers," ujarnya.

Baca Juga: Kritik Pembangunan RS Penanganan Corona di Batam, Fadli Zon: Kenapa Nggak Bangun RS di Pulau Reklamasi?

Bahkan, jika semua jalur itu sudah ditempuh namun tak ada respon yang positif, mereka berencana membawa ILC ke gugatan perdata di pengadilan.

"Kami tahu alurnya, kalau KPI, Dewan Pers tak juga menemukan solusi maka ya gugatan perdata," tegas Anselmus.

Adapun permintaan Anselmus adalah meminta ILC untuk membuat klarifikasi dan meminta maaf secara terbuka di media nasional baik TV maupun media online sebanyak 7 hari berturut-turut.

Diketahui, dalam program televisi berdurasi kurang lebih 4 jam yang dipandu presenter senior Karni Ilyas mengangkat tema "Masiku, Lenyap Ditelan Angin".

Saat itu ia mendatangkan beberapa narasumber untuk membahas polemik kasus suap PAW DPR oleh caleg PDIP Harun Masiku kepada eks-komisioner KPU Wahyu Setiawan, dan melibatkan 3 tersangka lainnya yang ditangkap KPK, keberadaan Harus yang kini masih buron menjadi topik diskusi mereka.

Beberapa narasumber dalam ILC episode tersebut antara lain; Anggota Komisi III DPR F-Demokrat, Benny K Harman, Peneliti ICW Donal Fariz, Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar, Mantan Penasihat KPK Abdullah Hehamahua, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Plh Dirjen Imigrasi Jhoni Ginting, Politisi PDIP Adian Napitupulu, Ketua Tim Hukum PDIP I Wayan Sudirta, dan Pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso.***

 

PenulisR24/saut



Loading...

Terpopuler

Loading...