riau24

Rawan Disalahgunakan, DPRD Riau Minta Pemerintah Bentuk Tim Pengawas Dana Bos

Senin, 24 Februari 2020 | 21:16 WIB
Arnita Sari Arnita Sari

RIAU24.COM -  Anggota DPRD Riau Arnita Sari meminta pihak terkait membentuk tim pengawas dana bantuan operasional sekolah (Bos). Hal ini diminta lantaran Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Riau melalui Kantor Pelayananan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pekanbaru telah menyalurkan dana Bos ke sekolah-sekolah senilai Rp 414.803.910.000. 

Baca Juga: RCI, PWI Peduli dan SMSI Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

"Kita menyarankan perlu pengawasan yang ketat boleh pemda apakah di bawah dinas pendidikan melalui pembentukan tim pengawas dalam sistem tertentu yang di bentuk dinas itu, "kata Arnita. Senin 24 Februari 2020.

Hal ini diminta Arnita supaya dapat mengontrol penyaluran dana Bosda tepat sasaran dan tidak ada disalahgunakan. 

"Dengan adanya tim pengawasan ini dana Bos akan mudah di awasi, tidak perlu datang langsung ke sekolah, jika ingin mendatangi hanya bisa satu dua sekolah bagaimana dengan ribuan sekolah lain. Jadi tim pengawas ini sangat penting, " tuturnya. 

Adapun teknisnya, Arnita menyarankan agara tim pengawasan itu dibentuk per rayon, hal ini karena jumlah sekolah yang banyak. 

Sebelumnya Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Riau melalui Kantor Pelayananan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pekanbaru telah menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ke sekolah-sekolah senilai Rp 414.803.910.000. Dana Bos tersebut sudah disalurkan ke 5.592 sekolah se Provinsi Riau pertengahan Februari 2020 kemarin.

Baca Juga: SKK Migas - PT CPI dan Pemprov Riau Bersinergi Cegah Penyebaran Covid-19

Penyaluran dana Bos tahun ini relatif lebih cepat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Biasanya dana Bos itu masuk ke rekening sekolah Maret atau April. Tahun ini, Dana Bos sudah disalurkan ke sekolah-sekolah dipertengahan Februari.

PenulisR24/riko



Loading...

Terpopuler

Loading...