riau24

Kamera Trap BKSDA Belum Berhasil Pantau Harimau di Desa Kuala Tolam Pelalawan

Rabu, 26 Februari 2020 | 13:56 WIB
Balai BKSDA Riau menghimbau warga Desa Kuala Tolam Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan, untuk tidak melakukan perburuan terhadap harimau Sumatera (foto/Ardi) Balai BKSDA Riau menghimbau warga Desa Kuala Tolam Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan, untuk tidak melakukan perburuan terhadap harimau Sumatera (foto/Ardi)

RIAU24.COM - PELALAWAN- Balai BKSDA Riau menghimbau warga Desa Kuala Tolam Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan, untuk tidak melakukan perburuan terhadap harimau sumatera, yang diduga telah memangsa sapi warga setempat, beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga: Posko Pengaduan Covid-19 Difungsikan Juga Sebagai Media Center



"Karena harimau sumatera adalah satwa yang dilindungi," kata Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Riau Sugito, usai melakukan timigasi dan observasi konflik di Desa Kuala Tolam, Selasa (24/2/2020) kemarin.

Tim didampingi Kades Kuala Tolam Rupardi, Bhabinkamtibmas Kuala Tolam Brigadir Denny Pritama, Humas PT. SAU Raja Chandra dan anggota serta beberapa org warga desa kuala tolam.

Baca Juga: Saksi Ahli Sebut DLHK Tak Ada Wewenang Lakukan Eksekusi Lahan Sawit Desa Gondai

Tim melakukan pengecekan, penyisiran disekitar lokasi yaitu kebun sawit milik warga Desa Kuala Tolam H Boyut dan banyak ditemukan jejak yg diduga kuat jejak kaki harimau.

Kamera Trap yang sudah dipasang oleh tim BKSDA sejak 20 Februari silam, diambil untuk dicek hasilnya. Dari hasil rekaman Kamera Trap tersebut tidak terekam adanya harimau.

"Kemungkinan besar, jalur lintasannya berubah," sebut Sugito. Kemudian tim memasang kembali Kamera Trap di lokasi penemuan sapi yang mati dan diperkirakan jalur lintas harimau untuk memastikan adanya harimau tersebut. (R24/Ardi)

PenulisR24/ardi



Loading...

Terpopuler

Loading...