riau24

Puluhan Umat Islam Tewas Dibantai, FPI-PA 212 Berencana Serbu Kedubes India

Jumat, 28 Februari 2020 | 23:55 WIB
Ilustrasi aksi yang digelar PA 212. Foto: int Ilustrasi aksi yang digelar PA 212. Foto: int

RIAU24.COM -  Aksi pembantaian kaum muslim yang terjadi di India, telah memantik reaksi dari Tanah Air. Sebagai balasan, Front Pembela Islam, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF U) dan Persaudaraan Alumni (PA) 212, berencana akan melakukan aksi di Kedutaan Besar India di Jakarta.

Rencananya, aksi akan digelar pada Jumat 6 Maret 2020, pekan depan. Dalam hal ini, kaum muslim di Tanah Air diminta ikut berpartisipasi dalam aksi tersebut.

Demikian salah satu pernyataan dalam keterangan tertulis bersama FPI, GNPF U dan PA 212, yang diterima viva, Jumat 28 Februari 2020.

Baca Juga: Kata Refly Harun, Tiga Syarat Berikut ini Bisa Menjatuhkan Seorang Presiden

"Menyerukan umat Islam Indonesia untuk melakukan aksi protes ke Kedutaan Besar India di Jakarta pada hari Jumat, tanggal 6 Maret 2020," bunyi salah satu pernyataan tersebut.

Pernyataan pers ini ditandatangi Ketua Umum FPI Ahmad Shobri Lubis, Ketua Umum GNPF U Yusuf M Martak dan Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif.

Ketiga organisasi masyarakat ini mengutuk keras dan mengecam berbagai tindakan kekerasan dan persekusi yang dilakukan oleh kelompok Hindu radikalis ekstrimis dan penguasa India terhadap umat Islam India.

"Mendesak Pemerintah India untuk mencabut UU Kewarganegaraan yang telah digunakan oleh kelompok Hindu radikalis ekstrimis India sebagai instrumen untuk melakukan berbagai tindakan presekusi terhadap umat Islam India," lanjut keterangan tersebut.

Baca Juga: Akhirnya Klarifikasi Fizi Minta Maaf ke Upin dan Ipin, Netizen: Belum Lengkap Tanpa Podcast Deddy Corbuzier

Selain itu, ketiga organisasi itu mendesak pemerintah India untuk segera menghentikan berbagai tindakan persekusi terhadap umat Islam India.

Selain itu, Pemerintah India juga didesak untuk segera menangkap para pelaku persekusi termasuk di dalamnya pimpinan kelompok radikalis ekstrimis yang mensponsori berbagai tindak kekerasan. ***

 

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...