riau24

Terlanjur Viral, Seperti Ini Tampang Pesawat yang Diduga Jadi Pesawat Baru Kepresidenan RI

Sabtu, 29 Februari 2020 | 00:35 WIB
Sebuah foto yang menggambarkan pesawat yang diduga akan menjadi pesawat baru kepresidenan, sempat viral di media sosial. foto: int Sebuah foto yang menggambarkan pesawat yang diduga akan menjadi pesawat baru kepresidenan, sempat viral di media sosial. foto: int

RIAU24.COM -  Sebuah foto yang berisi gambar pesawat baru kepresidenan Republik Indonesia, sempat beredar dan viral di media sosial. Foto itu salah satunya diunggah akun Instagram @avia.pedia di Instagram.

Dilansir kompas, Jumat (28/2/2020) kemarin, pesawat itu tampak sedang diparkir di sebuah hanggar. Di badan pesawat terdapat lambang negara dan tulisan Republik Indonesia. Sementara pada bagian ekor, tampak masih ada cat yang tampaknya adalah lambang dari sebuah maskapai penerbangan.

Namun, belakangan foto yang diunggah akun tersebut sudah tidak bisa diakses.

Baca Juga: Meski Hilang dari Play Store, Pemprov Sumbar Tetap Proses Injil Berbahasa Minang

Kendati demikian, foto pesawat kepresidenan tersebut sudah telanjur viral dan ramai diperbincangkan di dunia maya.

Salah satu yang ikut membahasnya adalah politisi Demokrat Roy Suryo lewat akun Twitter @KMRTRoySuryo2.

Ketika dikonfirmasi terkait hal itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menegaskan, tak ada pembelian pesawat kepresidenan baru. Namun ia mengakui, ada rencana Istana untuk menyewa pesawat dari Garuda jika Presiden Joko Widodo hendak melakukan kunjungan luar negeri jarak jauh.

Sebab, terangnya, pesawat kepresidenan saat ini tak bisa menempuh jarak jauh. Misalnya jika akan ke Amerika Serikat, pesawat kepresidenan saat ini yang berjenis Boeing Business Jet (BBJ) 2 yang berasal dari tipe 737-800, harus melakukan transit.

"Jadi transit itu kan mahal banget," ujarnya.

Baca Juga: Kata Refly Harun, Tiga Syarat Berikut ini Bisa Menjatuhkan Seorang Presiden

Kendati demikian, Pratikno menegaskan, sampai saat ini belum ada transaksi untuk penyewaan pesawat Garuda. Transaksi baru akan dilakukan jika Presiden melakukan kunjungan luar negeri dengan jarak jauh.

Sementara itu, Dirut Garuda Irfan Setiadi saat dihubungi terpisah juga enggan berkomentar soal masalah pesawat kepresidenan ini. "Kalau yang ini saya enggak komentar dulu ya," kata Irfan yang dihubungi kompas lewat pesan singkat. ***

 

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...