riau24

Pelatihan Pencegahan Karhutla di Unilak yang Ditaja RAPP, Dihadiri Oleh Wagubri

Selasa, 25 Februari 2020 | 10:59 WIB
Pelatihan Pencegahan Karhutla di Unilak yang Ditaja RAPP, Dihadiri Oleh Wagubri Pelatihan Pencegahan Karhutla di Unilak yang Ditaja RAPP, Dihadiri Oleh Wagubri

RIAU24.COM -   Untuk mendukung Program pemerintah dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Riau, Universitas Lancang Kuning menggelar pelatihan kebakaran hutan dan lahan serta pencegahan kebakaran gedung, bekerjasama dengan PT RAPP.

Pelatihan dibuka oleh Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Sip, dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Rektor Unilak Dr.Junaidi.SS.MHum, jajaran wakil rektor, dekan, dan GM SHR PT RAPP, Wan Jakh.

Pelatihan diikuti oleh 200 Mahasiswa, dan 50 anggota security dan pegawai di Materi yang telah diberikan diantaranya pengetahuan tentang gambut, peralatan pemadam, teknik dan strategi memadamkan api dll.

Wakil Gubernur Riau Edy Natar dalam arahannya mengatakan, wilayah Riau yang luasnya 8. 815 ribu ha dengan memiliki sebaran gambut sekitar 5 juta ha atau setara 57 persen dari seluruh luas provinsi Riau. Hal ini membuat potensi karhutla menjadi tinggi.

Pada 2019 lalu, tambahnya, situasi karhutla sangat luar biasa. Selama bencana asap, pemprov Riau sudah berupaya yang terbaik untuk usaha penanggulangan.Tidak mengenal hari libur, baik Manggala Agni, BPBD termasuk relawan. Langkah lain dengan menggelar operasi penanggulangan karhutla. Sekarang statusnya siaga darurat yang ditetapkan mulai tanggal 11 Februari hingga 31 oktober 2020 di seluruh Riau. Sebelumnya status tersebut sudah ditetapkan di Bengkalis Dumai dan Siak.

"Dengan demikian kita bisa leluasa mengambil langkah untuk penanggulangan. Sebab penyelesaian bencana asap tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus bersama-sama. Apa yang kita lakukan hari ini juga bagian dari efektivitas penanggulangan karhutla. Artinya kita sudah mmelakukan yang terbaik," terang Wagubri.

2019 lalu, lanjut Wagubri, titik api tidak pernah lebih tinggi dari Sumsel dan Jambi. Tapi gaungnya asap paling besar ada di Riau. BMKH mengatakan angin bertiup dari selatan ke utara. Kondisi angin kemudian membelok, sampai di Riau dia berhenti.

"Titik api di Riau kecil, asap besar. Ini tidak mudah kita beri pemahaman, tapi faktanya masyarakat merasakan asap itu tebal. Lalu Kita membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi Jambi dan Sumsel untuk bersinergi menanggulangi karhutla," ujar Wagubri.

Sementara itu Kapolda Riau Irjen Pol Agung Imam Setya Effendi menyebutkan, dirinya melihat unilak sudah sangat siap dalam upaya pencegahan karhutla.

"Untuk itu, saya sangat mengapresiasi hal ini. Apalagi saat ini secara nasional terdapat 11 titik api, 6 di antaranya berada di Riau," kata Kapolda.

Dijelaskan Kapolda, relawan yang dikirim ke lokasi sudah memperoleh pelatihan dari instruktur berpengalaman. Sebanyak 11 orang relawan diberangkatkan pada Senin, 24 Februari 2020, menuju Pulau Rupat, Bengkalis guna memadamkan api di lahan gambut.

"Rekan-rekanlah relawannya, selamat bertugas dan berlatih, kita bertemu di lapangan," ujar Kapolda.

 

 

 

R24/DEV

PenulisR24/dev



Loading...
Loading...