riau24

Dapat Pelatihan Dari Tim Fire Fighter PT RAPP, Ratusan Mahasiswa Unilak Daftar Jadi Relawan Karhutla

Rabu, 26 Februari 2020 | 11:08 WIB
Dapat Pelatihan Dari Tim Fire Fighter PT RAPP, Ratusan Mahasiswa Unilak Daftar Jadi Relawan Karhutla Dapat Pelatihan Dari Tim Fire Fighter PT RAPP, Ratusan Mahasiswa Unilak Daftar Jadi Relawan Karhutla

RIAU24.COM -   Sekitar 120 orang mahasiswa, karyawan, dan sekuriti dari Universitas Lancang Kuning (Unilak) yang ditugaskan menjadi relawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Rabu (26/2/2020) di Posko Relawan, Purna MTQ Pekanbaru.

Para relawan ini sebelumnya telah mengikuti pelatihan penanggulangan karhutla dan kebakaran gedung bersama Tim Pemadam Kebakaran PT Riau Andalan Pulp dan Kertas (RAPP), selama dua hari, sejak Selasa (25/2/2020) di Kampus Unilak, Rumbai, Pekanbaru.

Rombongan yang dipimpin oleh Wakil Rektor III Dr Bagio Kadaryanto itu juga melihat cara kerja aplikasi Lancang Kuning. Sebuah aplikasi yang dapat memberikan informasi yang akurat di titik api, lengkap dengan lokasi koordinasi, sehingga memudahkan verifikasi petugas di lapangan.


Usai mendapat penjelasan lengkap tentang dasbor Lancang Kuning, sebanyak 44 relawan langsung mendaftar di aplikasi tersebut melalui smartphone, diterima dengan formulir.
Wiliam Anderyani, salah satu peserta pelatihan mengatakan pelatihan ini sangat berguna dalam pertemuan karhutla dan kebakaran di gedung. Ia terlihat serius mendengarkan pemaparan dashboard Lancang Kuning dari Polda Riau.

"Tadi kita mengajak teknik menggunakan alat pemadam, cara menggulung selang, melihat Arah angin, mencari kepala api, dan kesigapan membawakan mesin air serta melihat Dashboard Lancang Kuning," demikian dikatakan Fakultas Pertanian Unilak ini.


Peserta lainnya, Algu mengatakan pelatihan ini sangat penting bagi relawan sebelum turun ke lapangan.


"Kesigapan, kecekatan, ketahanan fisik, dan mental memang dibutuhkan dalam pelatihan ini, di sini saya memerlukan tingkat kesulitannya, jika diminta benar-benar terjadi di lapangan," ungkap Algu seorang karyawan Unilak.


Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution mengapresiasi kegiatan pelatihan dan sinergi oleh Unilak bersama Polda Riau dan PT RAPP. Menurutnya, upaya penyelesaian karhutla harus dilakukan bersama-sama, tidak bisa dilakukan secara parsial.

"Apa yang harus kita lakukan hari ini juga bagian dari efektifitas penanggulangan karhutla, artinya kita harus melakukan yang terbaik," kata Wagubri. Wagubri menambah 57 persen wilayah Riau atau sekitar 5 juta hektar terdiri dari lahan gambut. Hal ini membuat potensi karhutla menjadi tinggi.


Pelatihan ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara Unilak dengan Polda Riau dalam penanggulangan karhutla. Sebanyak 200 mahasiswa ditambah karyawan dan sekuriti telah menerima pelatihan dan menerima diri menjadi relawan.


"Masyarakat Riau pasti tidak mengharapkan lagi bencana karhutla ini terjadi. Rekan-rekanlah relawannya, selamat berpartisipasi dan berlatih, kita bertemu di lapangan," ujar Kapolda Riau, Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi sekaligus memotivasi para peserta pelatihan tersebut.


Rektor Unilak, Dr Junaidi mengatakan sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, pihaknya akan turun langsung ke desa-desa guna memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai perencanaan hutan dan lahan, termasuk pengawas-pengurus akan melakukan penelitian yang terkait dengan karhutla dan perubahan pola masyarakat.


Sebelumnya para peserta juga mendapatkan materi terkait penanggulangan dan menentang karhutla. Salah satunya tentang program Desa Bebas Api atau Desa Bebas Api yang diinisiasi oleh PT RAPP.

Manajer Perlindungan dan Konservasi Hutan PT RAPP, Sailal Arimi mengatakan, penanggulangan karhutla memerlukan dukungan semua orang termasuk siswa selaku generasi muda penerus yang dibutuhkan saat menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa-desa.


"Di sinilah peran mahasiswa agar mensosialisasikan bahaya membuka lahan dengan cara melepaskan kepada masyarakat di desanya, jika perlu dijadikan sasaran, selama KKN, desa-desanya harus terbebas dari kebakaran," jelasnya.

 

 

 

R24/DEV

PenulisR24/dev



Loading...
Loading...