riau24

Politisi Demokrat Ingatkan Pemerintah, Fokus Corona Dahulu, Omnibus Law Kemudian

Rabu, 11 Maret 2020 | 11:39 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

RIAU24.COM -  Wabah virus Corona di Indonesia, terus menunjukkan gejala kurang baik. Hal itu setelah jumlah orang yang dinyatakan positif terjangkir virus itu terus bertambah menjadi 27 orang. 

Namun di tengah merebaknya virus Corona, masyarakat juga sedang dihadapi bayang-bayang Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. Pasalnya, masih banyak yang menolak rancangan dalam Omnibus Law yang kini tengah digodok bersama antara pemerintah dengan DPR RI.

Baca Juga: Seolah Anggap Sepele Wabah Corona, DPR RI Terus Tancap Gas Bahas Omnibus Law, Gerindra: Rakyat Bisa Marah Lho!

Menyikapi hal itu, Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon mengingatkan pemerintah dan DPR sebaiknya menunda dahulu pengesahan Omnibus Law. Sehingga masyarakat tak bergerombolan unjuk rasa di tengah menyebar virus Corona Covid-19.

“Di tengah Corona ini, sangat beresiko ribuan orang kumpul di keramaian dan turun ke jalan. Tunda aja dulu Omnibus ini. Perang saja dalam hal khusus ada gencatan senjata, apalagi ini soal UU yang berlaku untuk rakyat sendiri. Ngapain buru-buru. Pemerintah fokus saja tangani yang lebih prioritas!,” tegasnya dalam akun Twitter yang dikutip viva, Rabu 11 Maret 2020.

Baca Juga: Terang-terangan, Anggota DPR Tolak Tegas Rencana Jokowi Terapkan Darurat Sipil, Alasannya Bikin Merinding

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief menilai protokol Corona terlambat dibuat sehingga berdampak fatal kepada tingkat kepercayaan masyarakat. Menurutnya, Kini, dunia memasuki krisis ekonomi yang kondisinya melebihi saat kriris yang terjadi tahun 2008 silam, dan mungkin melampaui 1998.

“Anginnya sudah keras, bukan sepoi-sepoi. Kemungkinan protokol krisisnya akan terlambat. Siapa melindungi rakyat dan dunia usaha? Buzzer?,” kata Andi Arief.

Ditambahkannya, semua negara sedang berupaya menyelamatkan ekonomi dan melindungi rakyatnya.

“Pemerintah Indonesia hanya memikirkan Ibu kota baru dan Omnibus Law serta radikalisme. Betul-betul gak nyambung,” ujarnya lagi. 

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Corona, Achmad Yurianto mengatakan kasus virus Corona bertambah pasiennya 8 orang sehingga total menjadi 27 orang hingga Selasa sore, 10 Maret 2020.

Namun saat ini ada dua pasien Corona sudah dinyatakan negatif alias sembuh yakni kru kapal Diamond Princess. “Ada beberapa hal membahagiakan. Kasus 06 sudah masuk hari kelima. Pemeriksaannya sudah negatif,” ungkapnya. ***

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...