riau24

Meski Sering Terdengar, 9 Mitos Terkait Virus Corona Ini Ternyata Salah, Nomor 7 Bikin Penasaran

Rabu, 25 Maret 2020 | 16:12 WIB
Ilustrasi  Ilustrasi

RIAU24.COM -  Wabah virus Corona atau Covid-19 telah banyak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Hal itu seiring terus bertambahnya jumlah korban yang terinfeksi virus ini. Tak hanya itu, kondisi ini juga membuat banyak orang jadi mudah percaya terhadap informasi yang berkaitan dengan virus ini. Padahal, tak selamanya informasi itu benar. 

Bahkan, ada juga informasi yang sudah sering terdengar, ternyata salah. Padahal, bisa saja informasi itu telah menimbulkan kepanikan bagi masyarakat. 

Baca Juga: Inilah Pencipta Masker N95, Dibuat Untuk Menyelamatkan Tiongkok Saat Wabah Mengerikan di Tahun 1910

Dilansir detik, Rabu 25 Maret 2020, simpang siurnya informasi tentang Corona, tak ditampik kepala penyakit menular University of Maryland Upper Chesapeake Health, Faheem Younus, MD. Agar masyarakat tidak salah faham, ia pun mengungkapkan sejumlah mitor tentang Corona banyak beredar, padahal salah. Hal itu tersebut diunggahnya melalui akun Twitter pribadinya yang bernama @FaheemYounus. 

Berikut sembilan mitos virus Corona yang ternyata salah tersebut. 

1. Menghindari paket yang dikirim atau datang ke SPBU, menggunakan kereta belanja hingga menggunakan ATM. Menurut Faheem, virus dan bakteri mungkin memang bisa menempel pada hal-hal tersebut, paket yang dikirim, pom bensin, kereta belanja, atau ATM. Namun permukaan yang bisa menyebabkan infeksi bukanlah hal-hal tersebut. Yang terpenting adalah selalu rutin mencuci tangan untuk mencegah infeksi virus dan bakteri.

2. Bersauna selama 20 menit dapat membunuh virus Corona. Menurutnya, tidak ada penelitian yang menguji coba hal ini. Justru sauna dapat menyebabkan pneumonia, folikulitis, dan penyakit lainnya.

3. Virus Corona dapat tersebar melalui makanan, khususnya makanan China. Yang sebenarnya, virus Corona adalah infeksi yang disebabkan oleh tetesan cairan dari orang yang terinfeksi saat mereka batuk atau bersin. 

Infeksi Covid-19 atau virus Corona tidak ditularkan melalui makanan, seperti salmonella, dll. Jadi tidak ada risiko infeksi Covid-19 atau virus Corona yang disebabkan karena makanan yang dibawa pulang.

4. Kehilangan fungsi indera oenciuman tanda seseorang terinfeksi Corona. Yang sebenarnya, kehilangan indera penciuman sementara karena infeksi alergi atau virus adalah hal yang wajar. Sehingga hal itu bukanlah gejala spesifik dari infeksi virus Corona. 

Sehingga belum tentu seseorang yang kehilangan indera penciuman berarti terinfeksi virus Corona.

Baca Juga: Dalam Hal Cinta, 4 Zodiak Ini Paling Beruntung

5. Mengonsumsi bawang putih atau lemon dengan air panas dapat mencegah Corona. Pasalnya, tidak satupun dari bahan-bahan tersebut yang sudah teruji dapat melawan Covid-19 atau virus Corona.

6. Meminum hydroxychloroqui dan azithromycin bisa mencegah Infeksi Corona. Obat-obatan jenis ini, hanya boleh digunakan oleh pasien terjangkit Covid-19 tertentu. Bahkan terkadang obat-obatan tersebut bisa berpengaruh pada irama detak jantung yang fatal ditambah efek samping lainnya.

7. Pemerintah menyatakan keadaan darurat, berarti masyarakat sekarat. Yang sebenarnya, dengan menyatakan keadaan darurat, pemerintah lebih leluasa mengakses banyak sumber daya, seperti dana federal, dan personel, seperti penjaga nasional.

8.Tidak Mandi atau Mengganti Pakaian Setelah Pulang Akan Bantu Sebarkan Virus Corona ke Keluarga. Memang, kebersihan adalah hal yang utama namun jangan jadikan hal tersebut membuat kamu jadi paranoid. Jadi jangan menakuti orang lain dengan hal ini. Cara pencegahan terbaik untuk virus Corona adalah dengan mencuci tangan, memberi jarak sosial sekitar 2 meter, menghindari keramaian, dll.

9. Percaya pada pesan dari dokter di Italia atau China. Ditegaskan Faheem, dokter sungguhan menerbitkan penelitian mereka dalam jurnal ilmiah, bukan di media sosial. Ada banyak penelitian-penelitian bagus terpercaya yang telah dipublikasikan. Jadi jangan mudah percaya pada penelitian yang hanya dipublikasikan di media sosial dan memicu informasi yang salah. ***

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...