riau24

Peniliti UI-IPB Sebut Jambu Biji Diprediksi Bisa Tangkal Corona

Rabu, 25 Maret 2020 | 17:49 WIB
Jambu biji (net) Jambu biji (net)

RIAU24.COM - Tim peneliti dari Universitas Indonesia (UI) dan institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan senyawa-senyawa yang potensial untuk mencegah virus corona, salah satunya dari jambu biji untuk mencegah corona. 

Senyawa-senyawa ini terdapat pada bahan alam seperti jambu biji, kulit jeruk dan daun kelor. 

Baca Juga: Segeralah Bawa Anak Anda ke Dokter Jika Menemukan Tujuh Tanda Ini, Jika Tak Ingin Hal Serius Terjadi...

Menurut Rafika Indah Pratama, salah satu tim peneliti, riset yang dilakukan merupakan riset secara permodalan, desain dan prediksi. Secara spesifik dia menyebutkan sebagai farmacu modelling. Secara spesifik dia menyebutkan sebagai farmaco modelling. Peneliti menggunakan analisis big data dan machine learning dari basis data HerbalDB. Sebanyak 1.377 senyawa herbal dipetakan dengan metode struktur dan ligand kemudian hasilnya dikonfirmasi menggunakan metode permodelan molekuler untuk dievaluasi aktivitas antivirusnya, termasuk virus corona.

"Dari metode tadi, riset dilakukan sendiri-sendiri tapi tujuannya sama (yakni) mencari mana yang berpotensi, bisa jadi kandidat senyawa yang disarankan. Prediksi dilakukan dengan komputer (bahwa) ada senyawa-senyawa yang punya potensi cukup baik. Jambu biji ini muncul di hasil analisa kami," jelas Rafika dalam konferensi pers di gedung FK UI, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat 13 Maret 2020.

Dia berkata dari beberapa tanaman yang masuk analisa, jambu biji dianggap mudah diterima masyarakat (acceptable). Sebenarnya ada jenis tanaman lain termasuk aster, kangkung pagar, dan mengkudu. Namun jambu biji adalah buah yang ditemukan sehari-hari, cara konsumsi mudah baik dimakan langsung atau dibuat jus juga memiliki rasa yang mudah diterima lidah.

Selain jambu biji, peneliti melihat daun kelor dan kulit jeruk juga punya potensi. Tanaman ini mengandung senyawa-senyawa yang diprediksi bisa bantu mencegah virus corona yakni, golongan senyawa hesperidin, rhannetin, kaempferol, kuersetin, dan myricetin.

"Prediksi ini didukung riset terdahulu. Jambu biji, tapi bukan jambu biji secara langsung, komponen senyawanya ada yang bisa digunakan pada SARS-Cov. Waktu itu masih uji preklinik (uji laboratorium). Melihat ini, ada kemungkinan bisa jadi alternatif pencegahan," imbuhnya.

Lebih lanjut lagi dia berkata struktur SARS-Cov memiliki 82 persen kesamaan dengan SARS-Cov-2 alias virus corona. Ada optimisme bahwa jambu biji punya potensi besar bisa membantu atasi virus corona.

Riset multidisiplin yang dibidani oleh Departemen Kimia FK UI, Klaster Bioinformatics Core Facilities IMERI-FKUI, Klaster Drug Development Research Center IMERI FKUI, Labiratorium Komputasi Biomedik dan Rancang Obat Fakultas Farmasi UI, RSUI, Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) IPB dan Departemen Ilmu Komputer IPB ini masih sebatas prediksi sehingga memerlukan riset lanjutan berupa uji in vitro (uji pada sel), uji pada hewan dan pada manusia. 

Namun Dekan FKUI, Profesor Ari Fahrial Syam mengatakan pihaknya optimistis dapat melanjutkan riset dan memberikan sumbangsih bagi dunia kesehatan.

Baca Juga: Tiga Tanda Penting Jika Anda Mengalami Reaksi Alergi

Di sisi lain, Rafika berkata hingga kini belum memungkinkan untuk melakukan riset lanjutan. Peneliti belum memiliki akses untuk memperoleh sampel virus sehingga uji preklinik dan uji klinik belum memungkinkan untuk dilakukan.

"In vitro, uji pada binatang, kemudian pada manusia harus ada virus. Sejauh ini kami belum punya akses," katanya.

 

Sumber: CNNIndonesia

PenulisR24/riko



Loading...
Loading...