riau24

Bupati Inhu Yopi Arianto Pinjamkan Hotel Miliknya Jadi Tempat Isolasi PDP Corona

Senin, 30 Maret 2020 | 11:50 WIB
Bupati Indragiri Hulu, Yopi Arianto (foto/int) Bupati Indragiri Hulu, Yopi Arianto (foto/int)

RIAU24.COM -  INHU- Kepala Dinas Kesehatan Indragiri Hulu (Inhu), Elis Julinarti melaporkan kepada Gubernur Riau bahwa Kabupaten Inhu sudah melakukan sejumlah kesiapan terkait penanganan dan pencegahan virus Covid-19. Salah satunya adalah menyiapkan tempat isolasi bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Baca Juga: Polsek Seberida Tangkap Dua Tersangka Narkoba di Desa Seresam



"Kami sampaikan, Bapak Bupati Inhu, H Yopi Arianto memberikan hotelnya untuk menjadi tempat isolasi bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. Hotel yang terletak di Kecamatan Rengat milik Bupati Yopi memiliki 42 kamar yang bisa digunakan menjadi tempat isolasi," ujar Elis pada saat video confrence dengan Gubernur Riau bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) seluruh Kabupaten dan Kota di Riau terkait penanganan dan pencegahan penyebaran virus Coronavirus Disease (Covid-19), Minggu 29 Maret 2020.

Baca Juga: Ketua DPRD Inhu Serahkan Bantuan Masker

Selain hotel milik Bupati Inhu, Elis juga menyampaikan pihaknya juga sudah mempersiapkan tempat isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Pematang Reba yang berisi empat tempat tidur.

"Hotel tersebut akan digunakan apabila terjadi lonjakan jumlah PDP di Kabupaten Inhu," sebutnya.

Pada kesempatan tersebut, Elis juga mengungkapkan hingga saat ini, belum ada warga Inhu yang berstatus PDP Covid-19. Namun terjadi peningkatan jumlah warga yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP).

"Hingga sore kemarin, jumlah PDP di Kabupaten Inhu bertambah menjadi
78 orang. Penambahan ini terjadi seiring terjadinya mobilisasi warga dari luar kota masuk ke Inhu. Paling banyak dari Pekanbaru, namun ada juga dari Pulau Jawa dan Kalimantan. Semuanya masuk dalam pengawasan kita," terang Elis.

Walaupun jumlah ODP meningkat, wanita berkacamata ini menghimbau agar warga tetap tenang, karena hingga kini belum ada ODP yang menunjukan gejala.

Di samping itu, pihaknya masih menunggu alat rapid test dari Provinsi untuk pengujian terhadap ODP tersebut. "Pengujian kita utamakan kepada ODP yang menunjukan gejala dan ODP yang sudah lama masuk ke dalam pengawasan," kata Elis.

Elis belum bisa memastikan waktu pengujian itu. Pasalnya Dinkes Inhu juga masih harus menjemput alat rapid test tersebut ke Dinkes Provinsi.

Elis juga menyampaikan bahwa jumlah ODP di Kabupaten Inhu juga bersifat fluktuatif. "Jumlahnya itu fluktuatif, seiring dengan tinggi dan rendahnya mobilisasi warga yang masuk dan keluar dari Kabupaten Inhu," katanya.

Elis juga menyampaikan bahwa Dinkes Inhu juga sudah menerima masker dan alat pelindung diri (APD) dari Provinsi. Masker dan APD tersebut sudah didistribusikan ke seluruh tenaga medis baik yang ada di Puskesmas maupun di RSUD.

"Untuk pemberian APD, RSUD yang paling kita prioritaskan karena di sana lebih banyak petugas yang melakukan pemeriksaan," tukasnya. (R24/Rou)

PenulisR24/rou



Loading...
Loading...