riau24

Tragis, Tak Diperbolehkan Masuk ke Apartemennya Setelah Kembali Dari Dubai, Wanita Hamil Ini Terpaksa Kehilangan Bayinya

Jumat, 29 Mei 2020 | 15:58 WIB
Tragis, Tak Diperbolehkan Masuk ke Apartemennya Setelah Kembali Dari Dubai, Wanita Hamil Ini Terpaksa Kehilangan Bayinya Tragis, Tak Diperbolehkan Masuk ke Apartemennya Setelah Kembali Dari Dubai, Wanita Hamil Ini Terpaksa Kehilangan Bayinya

RIAU24.COM -   Seorang wanita hamil yang tiba dalam penerbangan Vande Bharat ke Mangalore dari Dubai diduga ditolak masuk ke apartemennya oleh asosiasi warga, menurut sebuah laporan oleh India Today. Kemudian, dia kehilangan bayinya setelah gagal mendapatkan bantuan dari rumah sakit atau daerahnya. Wanita itu dibawa ke fasilitas karantina setelah mendarat dari Dubai. Dia tinggal di sana selama tiga hari dan dites negatif untuk virus corona. Dia kemudian mencoba untuk kembali ke rumahnya di mana dia ditolak masuk oleh warga meskipun dia diizinkan untuk tinggal di karantina rumah.

Baca Juga: Video Blackpink's You How You Like That Menerima Serangan Balik Setelah Menggunakan Dewa Hindu Dalam Sebuah Adegan

Laporan itu menambahkan bahwa wanita hamil itu juga ditolak untuk mendapatkan medis apa pun di beberapa rumah sakit swasta di kota itu. Dia tiba di India pada 12 Mei dengan penerbangan repatriasi Vande Bharat dari Dubai. 

“Dia berusaha untuk kembali ke keluarganya tetapi asosiasi apartemen menolaknya masuk sementara rumah sakit swasta menolak memberinya perawatan. Beberapa hari kemudian, bayinya yang belum lahir meninggal di dalam rahim, ”kata bibi wanita itu kepada India Today.

Komisaris korporasi Mangalore telah mengeluarkan pemberitahuan kepada asosiasi apartemen yang meminta untuk menjelaskan alasan mengapa wanita hamil itu ditolak masuk ke apartemennya sendiri. Komisaris itu juga mengatakan bahwa tidak ada yang bisa menghentikannya memasuki rumahnya sendiri.

Baca Juga: Turki Mengancam Hal Ini Jika Uni Eropa Memberlakukan Sanksi

Dia kemudian dibawa ke hotel yang sama di mana dia tinggal pada saat kedatangan. Wanita hamil juga menderita hipertensi dan tidak dapat mendapat bantuan medis di hotel. Ketika dia dibawa ke rumah sakit swasta, dokter mengatakan bahwa kondisinya serius dan ada risiko hidup bagi ibu dan janin. Kemudian, dia kehilangan bayinya yang belum lahir.

PenulisR24/dev



Loading...
Loading...