riau24

Dapat Pujian Dari Dokter Spesialis Jantung, Ternyata Ini Sosok Pembisik Yang Bikin Anies Baswedan Perpanjang PSBB

Jumat, 05 Juni 2020 | 09:22 WIB
Anies Baswedan Anies Baswedan

RIAU24.COM -  JAKARTA -  Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mendapat dukungan Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan, dr Berlian Idris

Melalui akun Twitternya, dr Berlian memuji langkah Anies memperpanjang PSBB di DKI Jakarta berbasis data. Ia mengungkapkan, Anies Baswedan bersedia mendengarkan masukan dari para ahli. Salah satunya dari pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono.

Baca Juga: Pamer Kemesraan, Prabowo Unggah Foto Bersama Jokowi Dua Kali, Netizen : So Sweet Sekali

“Keputusan @aniesbaswedan memperpanjang PSBB @DKIJakarta berbasis data & mendengarkan masukan dari pakar diantaranya ahli kesehatan publik FKM UI @drpriono dkk patut diapresiasi,” cuit dr Berlian, Jumat (5/6).

“Periode ini harus dimanfaatkan utk mempersiapkan semua hal agar tdk terjadi gelombang kedua,” tambah dr Berlian seperti dilansir pojoksatu.id.

Ditambahkan dr Berlian, jika PSBB berakhir, harus ada periode di mana protokol kesehatan diujicoba, dievaluasi dan diperbaiki, khususnya di pusat keramaian yang dibuka secara bertahap. “Kita harus belajar dari negara yg dihantam gelombang kedua saat mulai merelaksasi kebijakan ‘PSBB’ mereka,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk memperpanjang PSBB. Anies juga menetapkan bulan Juni ini sebagai masa transisi.

Baca Juga: Jokowi Merasa Ngeri Terhadap Ancaman Krisis Ekonomi: Kita Kejar-kejaran Dengan Waktu

“Maka kami di Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 DKI Jakarta kita memutuskan untuk menetapkan status PSBB diperpanjang dan menetapkan bulan Juni ini sebagai masa transisi,” kata Anies, Kamis (4/6/2020).

“Saat ini statusnya tidak berubah, tetap PSBB, tapi kita mulai melakukan transisi di bulan Juni, menuju apa? Menuju aman sehat produktif,” lanjutnya.

Anies mengatakan perpanjangan itu salah satunya lantaran masih adanya wilayah yang memiliki angka kasus positif yang masih tinggi. Dia juga mengatakan sanksi PSBB akan tetap berlaku.
“Dalam masa transisi sanksi pelanggaran pembatasan tetap berlaku dan akan ditegakkan,” ujarnya.

PenulisR24/saut



Loading...
Loading...