riau24

Akhirnya, AS Memutuskan Untuk Memindahkan Sepertiga Pasukannya Dari Jerman

Sabtu, 06 Juni 2020 | 11:04 WIB
Akhirnya, AS Memutuskan Untuk Memindahkan Sepertiga Pasukannya Dari Jerman Akhirnya, AS Memutuskan Untuk Memindahkan Sepertiga Pasukannya Dari Jerman

RIAU24.COM -   Presiden Donald Trump telah memerintahkan militer Amerika Serikat untuk memindahkan hampir 9.500 tentara dari Jerman, seorang pejabat senior AS mengatakan pada hari Jumat, suatu langkah yang kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran di Eropa tentang komitmen AS terhadap kawasan itu. Langkah ini akan mengurangi jumlah pasukan AS di Jerman menjadi 25.000 dari 34.500 yang saat ini ada. Pejabat itu, yang tidak ingin diidentifikasi, mengatakan langkah itu adalah hasil dari berbulan-bulan kerja oleh perwira militer AS, Jenderal Mark Milley, ketua kepala staf gabungan, dan tidak ada hubungannya dengan ketegangan antara Trump dan Jerman. Kanselir Angela Merkel, yang menggagalkan rencana Trump untuk menjadi tuan rumah pertemuan G7 bulan ini.

Baca Juga: Perdana Menteri Inggris Desak Israel Hentikan Pencaplokan Tepi Barat Palestina

Seorang pejabat senior administrasi kedua mengatakan 9.500 tentara akan dikirim ke tempat lain, beberapa ke Polandia, beberapa ke negara-negara sekutu lainnya, sementara beberapa akan kembali ke rumah. Pejabat ini mengatakan ada sedikit kebutuhan untuk kontingen besar di Jerman karena keseluruhan peningkatan pengeluaran pertahanan oleh aliansi militer NATO yang dipimpin AS.

Pejabat kedua mengatakan perubahan itu diperintahkan dalam sebuah memorandum yang ditandatangani baru-baru ini oleh penasihat keamanan nasional Trump, Robert O'Brien. Pejabat itu mengatakan AS mulai mengerjakan rencana September lalu dan baru saja mendapatkan potongan-potongan itu.

Baca Juga: Pengadilan Turki Atas 20 Warga Arab Saudi Terkait Pembunuhan Jamal Khashoggi Dimulai

Langkah ini adalah putaran terbaru dalam hubungan antara Berlin dan Washington, yang sering tegang selama kepresidenan Trump. Trump telah menekan Jerman untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan dan menuduh Berlin sebagai "tawanan" Rusia karena ketergantungan energinya.

Sekitar 17.000 karyawan sipil AS mendukung pasukan AS di Jerman. Diyakini AS juga memiliki hulu ledak nuklir di sana. Pada bulan Mei, duta besar AS untuk Jerman, Richard Grenell, menuduh Berlin merusak pencegah nuklir NATO, membidik mitra koalisi junior Merkel setelah beberapa pemimpin mereka menyerukan perlucutan senjata nuklir.

PenulisR24/dev



Loading...
Loading...