riau24

Nilai Kinerja Menteri Jokowi Lambat, Pengusaha Respon Positif Resuffle Kabinet

Rabu, 01 Juli 2020 | 14:06 WIB
Presiden Joko Widodo Presiden Joko Widodo

RIAU24.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mengutarakan kegeramannya dalam Rapat Siang Paripurna 18 Juni 2020 lalu, kepada para menteri yang dinilainya masih biasa saja menyikapi krisis akibat covid-19. Bahkan, Jokowi hingga ancaman reshuffle.

Dilansir dari Okezone.com, Rabu, 1 Juni 2020, Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan jika pihaknya merespons positif rencana resuffle kabinet yang tengah bergulir.

Dia mengatakan, ada Menteri yang lambat merespons dinamika yang terjadi di kalangan dunia usaha di masa pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga: Klaim Tak Miliki Bukti Kuat Klaiennya Lakukan Penceraman Nama Baik, Denny Siregar Ancam Laporkan Balik Ustaz Ruslan

"Kita menilai Menteri yang membidangi ekonomi ada yang cepat merespons, ada yang sedang dan ada yang lambat. Padahal saat Presiden Jokowi membentuk kabinet sosok menteri yang diharapkan adalah yang memiliki kemampuan manajerial dan cepat mengeksekusi program," jelasnya.

Sarman mengatakan, saatnya Presiden Jokowi mengevaluasi kinerja para Menteri untuk selanjutnya melakukan resuffle dengan figur yang lebih mumpuni dan menguasai bidangnya serta cepat merespons situasi dan kondisi lapangan.

"Di tengah ketidakpastian dan ancaman krisis ekonomi sangat diharapkan figur Menteri yang memiliki kreativitas dan inovasi dengan berbagai terobosan untuk mampu menjawab tantangan besar yang ada di depan mata kita," kata Sarman.

Baca Juga: Berlaku Di Bali, Pertamina Turunkan Harga Pertalite Jadi Rp6.450 per Liter

Jika memang Presiden Jokowi melakukan resuffle, para pengusaha berharap agar benar benar orang yang profesional dan sedapat mungkin tidak berasal dari Partai Politik agar kinerjanya fokus tidak terbebani dengan kepentingan partai.

"Menghadapi pertumbuhan ekonomi yang diprediksi tumbuh minus, Presiden Jokowi memerlukan tim kabinet yang kompak, solid, cerdas, lincah, kreatif dan inovatif serta mengedepankan koordinasi sehingga tidak menimbulkan ego sektoral," demikian Sarman.

PenulisR24/ibl



Loading...
Loading...