riau24

Video Marahnya Masih Marak Disorot, Politikus PKS Balik Bertanya Apakah Jokowi Berani Bubarkan 2 Lembaga Ini

Rabu, 01 Juli 2020 | 14:28 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

RIAU24.COM -  Hingga saat ini, kabar tentang Presiden Jokowi masih hangat dibicarakan. Hal itu terkait dengan sikapnya yang marah-marah dan mengancam bakal membubarkan lembaga dan me-reshuffle menteri yang tidak serius menangani pandemi wabah COVID-19.

Menanggapi hal itu, anggota DPR dari Fraksi PKS, Nasir Djamil mengatakan, publik bisa menilai kemarahan yang diluapkan Presiden Jokowi kepada para pembantunya di Kabinet Indonesia Maju. Namun ia balik bertanya, apakah Presiden Jokowi berani membubarkan lembaga-lembaga yang butuh dibubarkan.

Baca Juga: Emak-Emak Peduli HT Salurkan Bantuan Korban Kebakaran

"Saya usulkan stafsus milenial dibubarkan saja, tidak dibutuhkan itu," lontarnya, dalam acara Indonesia Lawyers Club di tvOne yang dikutip viva, 1 Juli 2020.

Tak hanya itu, anggota Komisi III ini juga mengusulkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) lebih baik dibubarkan. Sebab menurutnya, ketika hiruk pikuk soal Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), para pejabat BPIP tidak ada yang bersuara.

"Presiden perlu mencermati hal ini. Sejak awal memang Fraksi PKS di parlemen sudah mengingatkan, segala hal tentang penanganan Covid-19," ujar Politikus senior PKS ini.

Baca Juga: Minggu Depan Golkar Akan Umum SK Dukungan Untuk 5 Daerah di Riau

Nasir juga menyinggung pernyataan Presiden Jokowi yang menyebutkan tidak ada progres dalam penanganan pandemi COVID-19. Menurutnya, pernyataan presiden itu bisa membuat sesak dada rakyat. Padahal, kata dia, Presiden Jokowi sudah dikasih jalan tol melalui Peraturan Pemerintah pengganti Undang Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 dan diundangkan menjadi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020.

"Itu kan berusaha bagaimana kebijakan keuangan negara, stabilitas keuangan bisa dicapai. Jadi ada jalan tol dan seharusnya jalan tol itu cepat. Seharusnya dengan diterbitkannya perppu, jalan tol bagi pemerintah dalam menangani Covid-19," imbuhnya. ***

PenulisR24/wan



Loading...

Terpopuler

Loading...