riau24

Semakin Memanas, Usai Rudal S-400 Rusia Dipercepat, India Minta Prancis Kirim Jet Rafale Untuk Hadapi China

Rabu, 01 Juli 2020 | 16:45 WIB
Ilustrasi/int Ilustrasi/int

RIAU24.COM -  India dikabarkan meminta Prancis mempercepat pengiriman jet tempur Dassault Rafale yang mereka beli, ditengah ketegangan dengan China. 

Seperti dikutip dari Eurasian Times, enam jet tempur Rafale kemungkinan akan mendarat di pangkalan Ambala pada 27 Juli mendatang, bukan empat seperti yang direncanakan dalam kesepakatan awal.

Baca Juga: Video Blackpink's You How You Like That Menerima Serangan Balik Setelah Menggunakan Dewa Hindu Dalam Sebuah Adegan

India memesan 36 jet Rafale dari Prancis dalam kesepakatan senilai Rs59.000 crore pada September 2016. Itu merupakan pembelian darurat untuk memperkuat skuadron jet yang menipis guna menghadapi kemungkinan perang dengan Pakistan dan China.

"Sekitar 10 jet Rafale siap di fasilitas Merignac, pabrikan pesawat Dassault Aviation. Persiapan akan menerbangkan enam jet Rafale ke India pada akhir Juli dengan singgah di pangkalan udara Al Dhafra dekat Abu Dhabi di Uni Emirat Arab. Jet akan diterbangkan oleh pilot India," kata sumber orang kedua yang dikutip dengan syarat anonim.

Namun sumber tersebut mengatakan 10 jet itu tidak dikirim langsung dalam gelombang pertama karena beberapa di antaranya masih dibutuhkan di Prancis untuk melatih kru Indian Air Force (IAF).

Para ahli mengatakan mempercepat pengiriman jet Rafale merupakan perkembangan besar di tengah konflik perbatasan Himalaya antara tentara India dengan China.

"Sangat bagus pengiriman Rafale dipercepat karena operasionalisasi di sini akan semakin maju. Karena kami akan jangka panjang berada di perbatasan utara kami, ketersediaan mereka dengan IAF akan menambah kekuatan," kata Manmohan Bahadur, Direktur Jenderal Pusat Studi Kekuatan Udara dilansir dari CNNIndonesia mengutip dari Hindustan Times.

Rafale bukan pesawat baru di dunia dirgantara internasional. Rafale diketahui terlibat dalam banyak misi sejak digunakan oleh angkatan bersenjata Prancis.

Baca Juga: Turki Mengancam Hal Ini Jika Uni Eropa Memberlakukan Sanksi

Melansir Dassault Aviation, Angkatan Udara dan Laut Prancis telah melibatkan Rafale dalam serangkaian misi di Afghanistan sejak tahun 2006 hingga 2011. Dalam misi itu, Rafale menunjukkan kemampuannya sebagai jet tempur yang handal.

Rafale diklaim tetap sasaran ketika menembak target menggunakan roket modular udara ke darat HAMMER, bom berpemandu laser PAVEWAY, hingga meriam 30 milimeter.

Pada tahun 2011, Rafale juga terlibat dalam misi yang dilakukan angkatan bersenjata Prancis di Libya.

PenulisR24/riko



Loading...
Loading...