riau24

Dokter Yang Meninggal di Medan Akibat Corona Ternyata Putra Riau Alumni SMUN Plus

Sabtu, 01 Agustus 2020 | 19:22 WIB
Dr. Andhika Kesuma Dr. Andhika Kesuma

RIAU24.COM -  Kabar duka kembali datang dari kalangan petugas mefis. Seorang dokter Rumah Sakit (RS) Columbia Asia, Medan, Sumatera Utara, dokter Andhika Kesuma Putra meninggal dunia setelah positif terinfeksi virus corona (Covid-19), Sabtu (1/8). Ia sudah dimakamkan sesuai protokol kesehatan Covid-19).

Berdasarkan penelusuran biodatanya, Andika ternyata berasal dari Tembilahan, Indragiri Hilir. Ia pernah bersekolah di MTSN 094 Tembilahan dan alumni SMU Plus Provinsi Riau.

Baca Juga: Buset, Deddy Corbuzier Gendong Hana Hanifah, Netizen: Menang Banyak Ni

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan, Wijaya Juwarna mengatakan istri dokter Andhika juga ikut terinfeksi positif virus corona. Saat ini yang bersangkutan tengah diisolasi di RS Columbia Asia.

"Kita doakan saja mudah-mudahan istri beliau pulih. Istrinya juga dokter," kata Wijaya saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8).

Wijaya mengatakan Andhika yang merupakan Staf Divisi Pulmonologi Intervensi dan Gawat Napas Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) sudah dua pekan terakhir dirawat di RS Columbia Asia.

Namun, Wijaya tak mengetahui pasti sejak kapan Andhika positif terinfeksi virus corona. Menurutnya, selama ini Andhika merupakan tulang punggung perawatan pasien Covid-19 di RS Columbia Asia.

Baca Juga: Jokowi Minta Ekonomi Melampaui Dunia, Rocky Gerung Langsung Sindir Begini

Andhika, kata Wijaya, telah menangani pasien Covid-19 sejak Februari 2020. Ia menduga Andhika yang juga dokter spesialis paru terpapar dari pasien positif virus corona di rumah sakit tersebut.

"Dosis paparan kalau hari-hari kita kena itu lumayan juga itu akumulasi di saluran nafas dan paru, kemungkinan besar di situ menurut saya," ujarnya.

Lebih lanjut, Wijaya mengatakan hingga saat ini sudah lima anggota IDI Kota Medan yang meninggal dunia setelah positif virus corona. Ia pun mengingatkan para tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan penanganan Covid diberi waktu istirahat 14 hari usai bertugas.****

PenulisR24/saut



Loading...
Loading...