riau24

Giliran Gubernur Kepri Positif Corona Covid-19, Usai Berkunjung ke Istana Negara, Begini Respon Setpres

Minggu, 02 Agustus 2020 | 00:52 WIB
Presiden Jokowi saat melantik Isdianto sebagai Gubernur Provinsi Kepri. Foto: int Presiden Jokowi saat melantik Isdianto sebagai Gubernur Provinsi Kepri. Foto: int

RIAU24.COM -  Kasus infeksi virus corona baru (Covid-19) yang dialami pejabat daerah usai berkunjung ke Istana Kepresidenan, kembali terulang. Kini hal itu dialami Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto. Saat ini yang bersangkutan dikabarkan terkonfirmasi positif Corona Covid-19. Isdianto sendiri dilantik Presiden Jokowi sebagai Gubernur Kepri dalam acara di Istana Negara 27 Juli 2020 kemarin.

Sebelumnya, hal itu sudah terlebih dahulu dialami Wakil Walikota Solo, Achmad Purnomo. Ia sudah terlebih dahulu dinyatakan positif Corona, usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana.  

Tak ayal, sorotan pun tertuju kepada pihak Sekretariat Presiden soal pelaksanaan protokol kesehatan di Istana.

Baca Juga: Aa Gym Dibully, Wasekjen MUI Yakin Logo HUT RI Simbol Salip

Dilansir rmol, tanggapan datang dari Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono. Ia menegaskan bahwa Istana Kepresidenan di Jakarta bersih dari potensi penularan corona.

"Kami sudah melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat, yaitu Gubernur Kepri dan keluarga dan pejabat terkait pada saat hadir dilakukan swab di Jakarta," terangnya, melalui video yang diunggah akun Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu 1 Agustus 2020.

Heru juga memastikan prosesi pelantikan Isdianto oleh Presiden Jokowi telah menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan memakai masker. Bahkan saat itu Presiden tidak langsung menyerahkan Keppres pengangkatan Isdianto sebagai Gubernur Kepri.

Baca Juga: Hiii, Lama Tak Dipakai Gara-gara Belajar Online, Ruang Kelas Dihuni Makhluk Ini

"Tetapi disiapkan di satu meja yang tidak jauh dari berdirinya Gubernur Kepri, dan Gubernur Kepri mengambil sendiri berkas itu. Artinya sudah melaksanakan dan menjaga kondisi-kondisi sesuai protokol kesehatan," terangnya lagi.

"Prosesi selanjutnya adalah pada saat pelantikan kami tidak banyak mengundang para pejabat, dan hanya dihadiri oleh keluarga dan pejabat tertentu," ujarnya lagi. ***

 

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...