riau24

Bahas Pertemuan Jokowi-Achmad Purnomo di Istana Negara, Rocky Gerung : Pelacuran Politik!

Minggu, 02 Agustus 2020 | 22:18 WIB
Rocky Gerung Rocky Gerung

RIAU24.COM - JAKARTA - Isu panas atas terjadinya proses transaksi penawaran jabatan antara presiden Jokowi dan Achmad Purnomo apabila nama terakhir mau mundur dari pencalonan nya sebagai walikota Solo guna memuluskan ambisi putra sulungnya, Gibran rakabuming Raka dinilai Rocky Gerung sebagai transaksi kemaksiatan politik.

Pernyataan tersebut disampaikan Rocky Gerung di acara pengenalan Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (2/8) mengutip idtoday.co.

Baca Juga: Terang-terangan, Faisal Basri Sebut KSP Memang Dibentuk Untuk Sosok Ini, Buntutnya Semua Jadi Ruwet

“Itu adalah political prostitution, ya pelacuran politik juga yang lebih berat hukumannya daripada pelacuran individual” kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip dari Kumparan.com.

Dia pun mengecam Sri Mulyani yang diduga ikut bersama Jokowi pada saat pertemuan tersebut. Pasalnya Menteri Keuangan tersebut hanya diam dan tidak berbuat apa-apa ketika melihat pelacuran politik terjadi di hadapannya.

Baca Juga: Terang-terangan, Faisal Basri Sebut KSP Memang Dibentuk Untuk Sosok Ini, Buntutnya Semua Jadi Ruwet

“Presiden di ruang terbuka, di Istana transaksi kemaksiatan politik. Jadi standar moral kita diuji hari ini dan enggak ada satu pun menteri yang memberi semacam sense of injustice terhadap peristiwa itu,” kata Rocky

“Tapi orang akan tagih, kalau dalam sistem politik beradab itu presiden ketahuan bikin transaksi kemaksiatan politik, political prostitution itu sudah di-impeach karena etiknya dilanggar habis-habisan,” tegas Rocky.

PenulisR24/put



Loading...
Loading...