Rabu, 30 Juli 2014
BNPB Siapkan Dana Rp200milliar
13 Provinsi Rawan Banjir dan Tanah Longsor
0
Foto:Ilustrasi
13 Provinsi Rawan Banjir dan Tanah Longsor
BNPB menyiapkan dana Rp200 miliar guna menghadapi ancaman banjir dan tanah longsor tahun ini.

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memetakan sembilan daerah yang membutuhkan perhatian khusus karena berada di bawah ancaman bencana banjir dan longsor pada bulan ini.

"Datangnya musim penghujan melahirkan ancaman bencana banjir dan longsor di beberapa daerah. Sebagian provinsi tergolong sangat rawan banjir dan tanah longsor yang patut diwaspadai," ujar Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Sugeng Triutomo di Kantor BNPB, Jakarta, kemarin.

Ia memerinci sembilan wilayah tersebut ialah Bangka Belitung, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, Kalimantan Selatan, dan Gorontalo. Untuk Desember, jelas Sugeng, tiga daerah yang paling rawan bencana banjir dan longsor yakni Jawa Tengah dan Sulawesi Tengah. Adapun pada Januari, Sulawesi Selatan paling potensial terancam.

Ia mengimbau warga dan pemerintah daerah di wilayah yang berpotensi tertimpa banjir dan longsor untuk waspada. BNPB pun telah berkoordinasi dan melakukan sosialisasi tentang masalah itu ke kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terakit.

Tidak hanya di wilayah-wilayah tersebut, banjir dan tanah longsor juga perlu diantisipasi di daerah lain. Jika menilik data BNPB mengenai peta rawan banjir pada 2011, cukup banyak daerah yang rawan. Sebut saja DKI Jakarta, daerah aliran Sungai Bengawan Solo (Jateng dan Jatim), kawah Gunung Ijen (Jatim), banjir lahar dingin Merapi (Jateng dan DIY), banjir lahar dingin Semeru (Jatim), Sungai Citarum (Jabar), dan Gunung Bawakaraeng (Sulsel).

Sugeng menambahkan, sejak Januari hingga pertengahan November 2012, terjadi 96 kejadian banjir dan enam kali bencana tanah longsor di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Dodi Ruswandi mengatakan pihaknya menyiapkan dana Rp200 miliar guna menghadapi ancaman banjir dan tanah longsor tahun ini. "Apabila terjadi banjir atau longsor dengan skala besar, lembaga internasional juga siap membantu," tandasnya.

Secara terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mengimbau masyarakat di 33 kabupaten/kota mewaspadai banjir dan tanah longsor. "Meski belum ada daerah yang terkena banjir atau longsor, mulai sekarang sudah kita siapkan segala sesuatunya. Kami telah menyiapkan posko di Bojonegoro dan Lamongan yang dilalui Sungai Bengawan Solo," kata Kepala BBPD Jatim Sudarmawan di Surabaya.

Bencana banjir pun sudah melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara, selain merendam ribuan rumah, Minggu (11/11), banjir juga menyebabkan 2.083 hektare areal pertanian tergenang.BNPB menyiapkan dana Rp200 miliar guna menghadapi ancaman banjir dan tanah longsor tahun ini.

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memetakan sembilan daerah yang membutuhkan perhatian khusus karena berada di bawah ancaman bencana banjir dan longsor pada bulan ini.

"Datangnya musim penghujan melahirkan ancaman bencana banjir dan longsor di beberapa daerah. Sebagian provinsi tergolong sangat rawan banjir dan tanah longsor yang patut diwaspadai," ujar Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Sugeng Triutomo di Kantor BNPB, Jakarta, kemarin.

Ia memerinci sembilan wilayah tersebut ialah Bangka Belitung, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, Kalimantan Selatan, dan Gorontalo. Untuk Desember, jelas Sugeng, tiga daerah yang paling rawan bencana banjir dan longsor yakni Jawa Tengah dan Sulawesi Tengah. Adapun pada Januari, Sulawesi Selatan paling potensial terancam.

Ia mengimbau warga dan pemerintah daerah di wilayah yang berpotensi tertimpa banjir dan longsor untuk waspada. BNPB pun telah berkoordinasi dan melakukan sosialisasi tentang masalah itu ke kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terakit.

Tidak hanya di wilayah-wilayah tersebut, banjir dan tanah longsor juga perlu diantisipasi di daerah lain. Jika menilik data BNPB mengenai peta rawan banjir pada 2011, cukup banyak daerah yang rawan. Sebut saja DKI Jakarta, daerah aliran Sungai Bengawan Solo (Jateng dan Jatim), kawah Gunung Ijen (Jatim), banjir lahar dingin Merapi (Jateng dan DIY), banjir lahar dingin Semeru (Jatim), Sungai Citarum (Jabar), dan Gunung Bawakaraeng (Sulsel).

Sugeng menambahkan, sejak Januari hingga pertengahan November 2012, terjadi 96 kejadian banjir dan enam kali bencana tanah longsor di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Dodi Ruswandi mengatakan pihaknya menyiapkan dana Rp200 miliar guna menghadapi ancaman banjir dan tanah longsor tahun ini. "Apabila terjadi banjir atau longsor dengan skala besar, lembaga internasional juga siap membantu," tandasnya.

Secara terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mengimbau masyarakat di 33 kabupaten/kota mewaspadai banjir dan tanah longsor. "Meski belum ada daerah yang terkena banjir atau longsor, mulai sekarang sudah kita siapkan segala sesuatunya. Kami telah menyiapkan posko di Bojonegoro dan Lamongan yang dilalui Sungai Bengawan Solo," kata Kepala BBPD Jatim Sudarmawan di Surabaya.

Bencana banjir pun sudah melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara, selain merendam ribuan rumah, Minggu (11/11), banjir juga menyebabkan 2.083 hektare areal pertanian tergenang.(Mediaindoensia.com/Ant)

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     
  • Subscribe

    untuk mendapatkan berita terbaru

Baca

Versi mobile Riau24 disini

m.Riau24.com