riau24 Strategi Pencegah Krisis | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Strategi Pencegah Krisis

1
Untuk memperkuat rupiah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah menyiapkan satu paket kebijakan besar.
Berita Riau -  Strategi Pencegah Krisis
Jakarta, riau24.com- Meskipun dari indikator-indikator yang ada, Indonesia masih jauh dari terpaan krisis. Lembaga otoritas moneter dan fiskal tetap menyiapkan strategi pencegahan. Kementerian Keuangan (Kemenkeu), BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah mempunyai strategi masing-masing.

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, secara umum hasil assessment Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) menunjukkan stabilitas sistem keuangan masih terjaga dengan baik. Hanya saja, sambungnya, FKSSK akan meningkatkan kewaspadaan akibat tekanan pada pasar keuangan dan nilai tukar.

"Nilai tukar rupiah saat ini tidak mencerminkan nilai fundamentalnya (undervalued). Pelemahan kurs dalam dua hari ini lebih banyak akibat faktor eksternal, khususnya depresiasi Yuan China," ujar dia.
Ada pun tekanan pada pasar saham dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) merupakan kombinasi antara sentimen negatif eksternal serta proyeksi kinerja emiten yang lebih rendah dari ekspektasi investor.

Menurut Bambang, guna mengatasi goncangan temporer terhadap nilai tukar, kebijakan dalam jangka pendek adalah menjaga nilai tukar sesuai fundamentalnya. Dalam hal ini, BI akan terus berada di pasar untuk melakukan upaya stabilisasi kurs rupiah dan stabilitas pasar SBN bersama pemerintah.

"Kebijakan jangka pendek ini fokus pada dua isu utama, yakni meningkatkan investasi dari sisi pemerintah maupun swasta serta kebijakan meningkatkan daya beli masyarakat dalam rangka menjaga konsumsi domestik," terang dia.

Guna peningkatan investasi, tambah Bambang, kebijakan empat lembaga keuangan telah mengeluarkan kebijakan percepatan belanja serta stimulus untuk meningkatkan investasi korporasi dan daya saing produk dalam negeri di samping kebijakan mempercepat pembangunan infrastruktur.
Aggota FKSSK, sambungnya, memperkuat koordinasi kebijakan untuk meningkatkan peran UMKM dalam perekonomian. Sementara dalam rangka menjaga konsumsi domestik dengan meningkatkan daya beli masyarakt, anggota FKSSK telah bersinergi memberi insentif untuk menambah daya beli masyarakat, menurunkan harga barang dan jasa serta meningkatkan ketersediaan kredit.

"Pemerintah juga sudah menyampaikan RUU Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) kepada DPR dan akan diselesaikan segera," tegas dia.

Bambang mengaku optimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia, termasuk stabilitas nilai tukar serta ketahanan pasar dan lembaga keuangan domestik di semester II 2015 akan semakin membaik.

Secara jangka pendek, Bank Indonesia juga melakukan intervensi di pasar. Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, BI selalu aktif di pasar mati-matian untuk menjaga pergerakan rupiah.
"Penangananan kita sudah lakukan. Antisipasi sejak lama dari RDG kemarin, kita juga sudah melakukan intervensi di pasar valas. Kita juga lakukan pembelian SBN di pasar sekunder," ujar‎ Perry. 

Tak tanggung-tanggung sebagai langkah antisipasi, bahkan BI selalu siap jika harus melakukan ‎Bilateral Currency Swap Agreement (BCSA) jika nantinya kondisi cadangan devisi terus tergerus akibat intervensi yang dilakukan di pasar uang.

Selain itu, demi mencegah keterpurukan pasar uang, dikatakan Perry, BI akan berkoordinasi d‎engan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk mendorong perusahaan BUMN melakukan buyback. "Itu bisa mendorong penguatan nilai tukar kita," tegas Perry.

Untuk memperkuat rupiah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah menyiapkan satu paket kebijakan besar yang akan dikeluarkan pada pekan ini.
Darmin Nasution mengungkapkan, ada dua poin tujuan inti dalam paket kebijakan tersebut. "‎Tujuannya adalah, Pertama untuk memperlancar kegiatan ekonomi. Kedua mendorong masuknya valuta asing dari luar‎," kata Darmin.

Untuk itu, pihaknya bersama beberapa menteri dan kepala lembaga terkait tengah berkoordinasi untuk segera ‎merampungkan paket kebijakan, terutama dalam penguatan rupiah tersebut.

Dikatakan Darmin, sebenarnya paket kebijakan tersebut tidak hanya mengenai penguatan rupiah, ada beberapa poin lain yang menurutnya tidak kalah penting untuk pembangunan ekonomi Indonesia.

R24/liputan6/NOE

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Selasa, 24 Oktober 2017 18:32 wib
LIVE BULL DI CF88 AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/n3D2ScX.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru