Rabu, 01 Oktober 2014
Di LPMP Riaukepri
Ada Peserta UKG Riau Tak Lulus Verifikasi
0
Foto:net
Ada Peserta UKG Riau Tak Lulus Verifikasi
Uji Kompetensi Guru (UKG) II tahap kedua berakhir sudah. Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Riau-Kepri memastikan tidak ada permasalahan yang dijumpai dalam pelaksanaan ujian tersebut. Hanya saja, ada sejumlah peserta yang tak jadi ujian setelah diverifikasi.

"Pelaksanaan UKG II tahap kedua sudah berakhir dan tidak ada masalah dijumpai," ungkap Kasi Program dan Sistem Informasi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Riau-Kepri, Eriswan SE MM ketika ditanyai Tribun, Kamis (15/11). Menurut dia, di Riau ujian tidak dilakukan serentak. Rokan Hulu mulai tanggal 6 November lalu. Lalu di Indragiri Hilir mulai tanggal 10 November. Sementara daerah lainnya tanggal 12 hingga 15 November. Termasuk peserta asal Kota Pekanbaru.

Menurut Eriswan, sebelum pelaksanaan UKG tidak semua calon peserta yang diajukan Dinas Pendidikan (Disdik) yang lolos verifikasi. Misalnya, ada daerah yang mengajukan calon peserta sebanyak 60 orang tapi yang keluar setelah verifikasi hanya 50 orang.

Penyebabnya bermacam alasan. Menurut Eriswan, tidak lulus verifikasi bisa dikarenakan guru bersangkutan sudah ujian di UKG sebelumnya. Lalu, yang bersangkutan merupakan pengawas. Sementara di ujian kali ini pengawas masih belum bisa ikut.

Tak lulus verifikasinya guru yang diajukan Disdik juga dikarenakan yang bersangkutan mengasuh muatan lokal Arab Melayu. Sementara panitia pusat belum ada menyediakan soal Arab Melayu. "Hal-hal seperti ini menjadi alasan penundaan hingga  pelaksanaan ujian berikutnya," papar dia.

Selain hasil verifikasi, panitia di sejumlah daerah juga sempat terkendala dengan masalah ketersediaan listrik dan koneksi internet. Tapi menurut Eriswan, masalah yang paling utama dijumpai adalah listrik. Sementara generator set (genset) di sekolah kapasitasnya kecil dan kurang memadai untuk mengoperasionalkan 20 unit komputer

Untuk memperlancar ujian, LPMP juga membawa langsung paket soal untuk semua mata pelajaran dalam bentuk Compact Disc (CD). Hal ini dilakukan karena kapasitas program soal terlalu besar. Sementara di daerah dengan koneksi internet yang sulit, hal ini bisa menjadi masalah. "Karena itu LPMP ingin membantu mendownload-kan. Karena jika di download langsung di tempat ujian,  dikuatirkan jaringan internetnya putus nyambung karena sarana disekolah kadang terbatas," tuturnya.

Pasca ujian, Eriswan memastikan hasil secara nasional belum diketahui. Tapi nilai perorangan sudah terekam di komputer yang dipakai peserta. Sehingga secara pribadi peserta bisa melihat sendiri berapa jawabannya yang betul atau salah. Sementara, untuk hasil per kabupaten/kota masih harus menunggu laporan dari panitia daerah masing-masing. Eriswan juga belum bisa menjawab ketika Tribun menanyakan berapa jumlah peserta yang ikut. "Itu juga masih menunggu laporan dari panitia daerah," tandasnya.(Tribunpekanbaru.com)
Silahkan SMS ke No HP : 0812 6866 1601, Invite Pin BB : 2756E754,
atau email ke alamat : redaksi@riau24.com
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     
  • Subscribe

    untuk mendapatkan berita terbaru

Baca

Versi mobile Riau24 disini

m.Riau24.com