riau24 Pemprov Riau Terkesan tak Peduli | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Kabut Asap Meracuni Udara

Pemprov Riau Terkesan tak Peduli

1
Edwar Sanger, Kepala BPBD Riau
Berita Riau -  Pemprov Riau Terkesan tak Peduli
Bogor-Riau24.com-Hingga kini Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau tidak kunjung selesai dari tahun ke tahun. Tetapi pemerintah khususnya Pemprov Riau seperti membiarkan warga mengalami keracunan udara.

"Padahal diketahui Presiden Joko Widodo telah memerintahkan kesejumlah Pemerintah Daerah (Pemda) di Riau untuk membangun sekat kanal, mencegah pengeringan lahan gambut," kata  Hery Purnomo.

Ilmuwan Center for International Forestry Research (CIFOR), Hery Purnomo menyebut, kebijakan pembangunan sekat kanal didanai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Rp 15 miliar. Dana siap pakai itu, tidak kunjung digunakan hingga saat ini. Akhirnya berujung pada kebakaran hutan.

Namun, jelang puncak elnino pada September-Oktober tahun 2015 ini, sekat itu tidak kunjung direalisasikan."Diduga karena pencairan dana terkesan dipersulit oleh Pemda. Sebab bisa saja para pelaku pembakaran itu disinyalir merupakan teman-teman dari para pejabat di Riau," katanya.

"Pemda enggan mencegah kebakaran hutan sebab pelakunya adalah kawan-kawan mereka sendiri. Ini tragedi di negara ini, meski presiden sudah menginstruksikan langsung program seribu sekat kanal sejak 2014," kata Hery dalam sebuah acara diskusi di Bogor baru-baru ini.

Guru Besar IPB ini mengaku pernah mencoba bertemu dengan beberapa kepala dinas perkebunan di Riau. Mereka tak bisa membangun sekat kanal sehingga miliaran rupiah uang menganggur di BNPB daerah.

Dalam catatan CIFOR, kerugian yang muncul pada peristiwa kebakaran hutan di Riau setiap tahunnya rata-rata mencapai Rp 20 triliun. Hery memperkirakan tahun ini kerugian akan jauh lebih besar. Sebab kebakaran dan pembakaran hutan terjadi di tengah puncak elnino.

"Jika Riau biasanya kehilangan Rp 20 triliun, maka sekarang bisa dua kali lipat, hingga Rp 40 triliun," katanya.

Hery mengakui kompleksitas jaringan pembakar hutan dan lahan di Riau sangat tinggi. Padahal, Riau menjadi etalase dunia internasional dan selalu menjadi sorotan dunia dalam kasus kebakaran hutan dan lahan.

Jaringan yang terlibat didalamnya sudah terorganisasi dan sangat besar. Data CIFOR menunjukkan Riau memiliki 8,9 juta hektar kawasan hutan. Sebanyak 1,6 juta hektare diperuntukkan sebagai areal penggunaan lain (APL) yang biasanya untuk perkebunan.

Fakta di lapangan menunjukkan, luas kebun kelapa sawit di Riau mencapai 2,5 juta hektare yang berarti hampir satu juta hektar lahan sawit di Riau berada di kawasan hutan.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengatakan pihaknya telah berkali-kali mendorong Pemda untuk membangun sekat kanal. Ada sekitar 17 kecamatan dan enam kabupaten di Riau yang masuk ke dalam zona merah atau kekeringan parah.

"Harusnya sudah sejak 1 Juni dilaksanakan, tapi Pemda tak mau. Saya sudah marah-marah sama pejabat terasnya agar segera bangun sekat kanal," ujar Siti Nurbaya.

Edwar Sanger : Masih Berstatus Siaga

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger mengatakan, saat ini kabut asap pekat menyelimuti bumi Riau. Tapi,masih status siaga.

"Riau masih berstatus siaga. Dan kondisi kabut asap pekat hanya terjadi di beberapa daerah saja di Riau, seperti Pekanbaru dan juga Kampar. Maka sejumlah sekolah ada meliburkan siswanya," katanya.

Edwar Sanger mengatakan, tidak ada peningkatan status, karena situasi ini masih bisa dikendalikan dengan penanggulangan. Hanya saja Pekanbaru dan Kampar yang kondisinya agak parah, ini karena kebakaran lahan memang terjadi di daerah perbatasan provinsi.

Edwar juga Sanger menyebutkan, sejauh ini belum ada unsur dan indikator yang mengharusnya Riau mentetapkan status darurat kabut asap. "Tidak ada indikator untuk menetapkan menjadi tanggap darurat," terang mantan Kabid Pemuda Olahraga di Dispora Riau ini.

Dijelaskannya, pada penanganan kebakaran lahan dan hutan ini, sudah ditangani dengan melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan terjadi kebakaran lahan dan kabut asap di beberapa wilayah di Riau. Mulai dilakukanya penanganan pemadaman lewat jalur darat dan jalur udara.  R24/dai/republika.com
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Selasa, 24 Oktober 2017 18:33 wib
LIVE BULL DI CF88 AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/n3D2ScX.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru