Minggu, 20 April 2014
Revisi UU Jadi Solusi Kisruh Organisasi Advokat
0
Foto:Ilustrasi
Revisi UU Jadi Solusi Kisruh Organisasi Advokat

Kisruh organisasi advokat di Indonesia hingga saat ini belum berujung. Sejumlah upaya sudah ditempuh untuk menengahi kisruh itu, namun belum membuahkan hasil. Oleh sebab itu, Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) berharap revisi Undang-Undang Advokat bisa menjadi solusi kisruh organisasi advokat.

"Revisi ini satu-satunya jalan, kami ambil langkah yang elegan agar semua organisasi advokat bisa hidup," kata Ketua Umum Ikadin, Todung Mulya Lubis, usai membuka Rapimnas Ikadin di Park Hotel, Jakarta, Jumat 16 November 2012.

Jika tidak dilakukan revisi UU, menurut Todung, kisruh tidak akan selesai. Sebab, sepanjang sejarah advokat di Indonesia, tercatat tidak ada penyatuan wadah tunggal advokat yang berhasil. "Jadi, kenapa tidak ambil sistem model multibar untuk wadah advokat seperti organisasi wartawan?," ujarnya.

Sistem multibar merupakan wadah organisasi advokat yang lebih dari satu, tidak tunggal seperti yang diamanatkan oleh UU selama ini.

Bola panas, Todung melanjutkan, saat ini berada di tangan Badan Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat RI, karena revisi ini sudah berada di badan tersebut.

Dalam waktu dekat, Baleg akan mengundang semua organisasi advokat untuk melakukan rapat dengar pendapat. "Semua organisasi diundang, tidak ada yang tidak. Tinggal dilihat nanti hasilnya," katanya.

Ia pun optimistis jika substansi revisi tersebut akan diterima oleh semua organisasi advokat.

Materi revisi
Adapun beberapa materi yang diusulkan Ikadin untuk direvisi mencapai 10 item. Namun, Todung tidak membeberkan secara detail materi revisi tersebut.

"Yang jelas Pasal 28, prinsip singlebar menjadi multibar," tegasnya. Untuk pasal ini, Todung menambahkan, mayoritas anggota advokat menganggap perlu adanya perbaikan UU Advokat.

Selain sistem wadah organisasi advokat, Ikadin juga mengusulkan adanya lembaga khusus yang mengawasi aktivitas advokat, untuk mencegah advokat yang nakal. Untuk nama badan, ia menyerahkan pada keputusan bersama dalam revisi UU.

"Bisa Dewan Advokat atau Komisi Advokat Indonesia. Ini fungsinya regulator, mengawasi pendidikan, pengawasan, dan kode etik advokat, sehingga tidak saling rebut ujian penyumpahan, nggak begitu lagi," kata mantan anggota Watimpres itu.

Satu-satunya wadah organisasi advokat yang diakui oleh undang-undang selama ini adalah Peradi. Namun, dalam perjalanannya, terdapat beberapa organisasi advokat bermunculan, seperti Kongres Advokat Indonesia atau KAI dan lainnya. (Vivanews.com)

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     
riau24_zfkpd_648.jpg
Pajak adalah pungutan paksa yang dilakukan oleh satu pihak, yang merusak transaksi muamalat, dan menambah harga yang tidak ada imbal-baliknya. Pajak adalah riba yang diharamkan dalam Islam.
riau24_j2mgg_640.jpg
Bangunan kos-kosan 70 Pintu yang terletak di Jalan Puyuh Kelurahan Kampung Melayu Kecamatan Sukajadi, dianggap tidak menaati aturan.
riau24_3ztvd_654.jpg
Saat gairah dan stamina seksual mulai menurun karena berbagai faktor, obat perangsang atau obat kuat pun menjadi pilihan pria untuk meningkatkan kinerja seksual.
riau24_hgbwe_644.jpg
Saat ini ditengah hiruk pikuk pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia, penulis mencoba mengamati secara sederhana beragam metode kampanye yang dilakukan dan dapat dilakukan oleh para kontestan pemilu yang akan bertarung memperebutkan hati rakyat
riau24_89hjx_656.jpg
Hotel ibis Pekanbaru, yang pada tanggal 1 Mei mendatang genap berusia 10 tahun, tahun ini merayakan hari jadinya dengan cara yang berbeda. Serangkaian kegiatan sudah dijalankan di bulan April dengan perayaan malam puncaknya bersama keluarga besar dan karyawan pada tanggal 3 Mei 2014.
riau24_ugt7f_655.jpg
NHS melaporkan kanker testis merupakan jenis kanker yang paling sering ditemukan pada pria di Inggris, terutama yang usianya berkisar antara 15-45 tahun. Namun sayangnya banyak pria Inggris yang tak tahu bagaimana mengecek risiko kanker testis mereka.
riau24_jlzvy_641.jpg
Entah seperti apa penanganan kabut asap di Riau ini. Setelah sempat menghilang beberapa minggu, kini mulai udara mulai dipenuhi asap, meski masih dengan intensitas rendah.
riau24_q2bc6_642.jpg
Sudah tidak asing lagi bagi kita mendengar kata Angkringan. Tempat nongkrong yang menyediakan makanan dan minuman dikala malam hari ini, menjadi ikon bagi Daerah di Pulau Jawa.
  • Subscribe

    untuk mendapatkan berita terbaru

Baca

Versi mobile Riau24 disini

m.Riau24.com