Kamis, 24 Juli 2014
Kasus Dugaan Perampasan Tanan Milik Warga Kian Memanas
0
(Foto:Riau24/Ina)
Kasus Dugaan Perampasan Tanan Milik Warga Kian Memanas
PEKANBARU (Riau24) -- Dalam persidangan yang ke 12 kali ini, dari sidang pertama hingga sidang hari ini Senin, (18/2) dua orang saksi dari pelapor Maimanah Umar Anggota DPD Riau di MPR RI Dan Bejo Pranoto Pensiunan Mayor TNI AU tidak pernah hadir dalam persidangan.

Sidang yang digelar di pengadilan Negeri Pekanbaru menghadirkan terdakwa Yurmel Ahli waris kepemilikan tanah di Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru dengan luas tanah 5 hektar.

Dalam persidangan kali ini telah hadir 2 orang saksi Mardi dan Ujang sebagai RT II. Sementara dua orang saksi dari pelapor tidak pernah hadir hingga saat ini.

Saksi Mardi menceritakan waktu itu saksi dan Bejo melakukan Tebang Tebas pada lahan yang saksi sendiri tidak tahu siapa pemiliknya. Saksi sempat bertanya kepada Bejo "ini tanah siapa? Bejo menjawab "ini tanah bersengketa tapi Bejo dan saksi tetap melakukan Tebang Tebas tersebut yang belakangan diketahui pemilik tanah tersebut milik Bpk Munir dengan ahli waris Yurmel. Setelah dilakukan Tebang Tebas saksi menanam beberapa tanaman diantaranya rambutan. Saksi mendapat tanah tersebut 2 hektar dan yang mengukur tanah tersebut RT sendiri dan disaksikan oleh warga. Setelah tanah ini diketahui pemiliknya dan hingga sampai keranah hukum akhirnya saksi membiarkan tanah tersebut hingga sekarang. Ujar pengakuan Saksi kepada Ketua Majelis Hakim Masri SH.

Setelah mendengarkan keterangan dua orang saksi Mardi dan Ujang, Jaksa Penuntut umum meminta kepada Majelis Hakim agar mengeluarkan surat penetapan dari Ketua Majelis Hakim dan Majelis Hakim Menerima permintaan dari JPU tersebut. Sidang pun ditunda.

Kasus Tanah ini sudah 12 kali di gelar. Menurut penuturan terdakwa Yurmel, beliau dituduh Maimanah dan Bejo merampas tanah mereka padahal tanah ini dibeli ayahnya dari tahun 76 dan saat ini Yurmel dilaporkan dengan tuduhan perampasan tanah miliknya sendiri. Yurmel beberapa kali membuktikan dihadapan baik kecamatan, kekelurahan hingga RT, RW dan terbukti sah tanah tersebut milik Yurmel dan pembuktian disaksikan sendiri oleh pihak pelapor sedangkan pihak pelapor sendiri tidak bisa membuktikan ke absahan surat kepemilikan surat tanah tersebut tapi pihak pelapor tidak senang juga dan melaporkan Terdakwa Yurmel kepolisi hingga Yurmel ditahan satu hari, sewaktu Yurmel di kepolisian surat asli tanah milik Yurmel yang dititipkan ke Notaris Suhardi diambil oleh penyidik Polresta Pekanbaru yakni Aipda Norman dan Brigadir Rino Armaya Putra. Surat tersebut diambil dari tangan Notaris Suhardi tanpa konfirmasi atau tanpa se izin Yurmel. Yurmel tidak terima dan melaporkan dua orang penyidik tersebut ke Propam.

Pengaduan Yurmel ke Propam diterima dan sudah dilakukan gelar perkara di Polda Riau yang di hadiri oleh Kombes Drs Jhon Bachriel sebagai Kowarsidik V Kowarsidik Bareskrim POLRI dan juga ada surat perintah agar surat tanah asli Yurmel dikembalikan kepada Yurmel tapi sampai saat ini tidak ada tindak lanjut dari POLDA.

Yurmel mengatakan kepada R24 dan beberapa media "Saya tidak akan pernah mundur walau lawan saya dari kalangan pejabat saya tidak pernah takut karena saya dipihak yang benar dan karena menyelesaikan kasus ini orang tua saya Bpk Munir meninggal kena serangan jantung dan Notaris Suhardi juga meninggal karena masalah kasus ini. Saya juga dilaporkan merampas tanah milik saya sendiri. Hingga darah penghabisan saya tidak pernah gentar. Ujar Yurmel ber api-api.(Ina)

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     
  • Subscribe

    untuk mendapatkan berita terbaru

Baca

Versi mobile Riau24 disini

m.Riau24.com