riau24 Dari Lapangan Hijau, Anang Ma'ruf Kini Bergabung dengan Go-Jek | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Dari Lapangan Hijau, Anang Ma'ruf Kini Bergabung dengan Go-Jek

0
Anang Ma'ruf menjadi pusat perhatian usai gabung Go-Jek (Ahmad Zaini/Liputan6.com)
Berita Riau -  Dari Lapangan Hijau, Anang Ma'ruf Kini Bergabung dengan Go-Jek
Surabaya, Riau24.comNasib mengenaskan menimpa eks-pemain Timnas Indonesia, Anang Ma'ruf. Sempat menjadi pemain elite di Tanah Air, Anang kini banting stir menjadi pengemudi Go-Jek, perusahaan transportasi roda dua berbasis on-line.

Roda kehidupan pemain kelahiran Surabaya ini berubah drastis setelah pensiun dari lapangan hijau 2011. Lepas dari Gresik United, Anang fokus di pembinaan usia dini. Pria 39 tahun ini melatih Sekolah Sepakbola (SSB). Padahal, ketika masih aktif merumput Anang termasuk permain yang disegani.

Pemain yang beroperasi sebagai beka kanan ini tergabung dalam program PSSI Primavera tahun 1993-1994. Dia satu angkatan dengan Kurniawan Dwi Yulianto, Yeyen Tumena, dan Eko Purjianto. Mereka ditempa di Italia. Sepulang dari Negeri Pizza, Anang menjadi pembeda bagi Persebaya Surabaya.

Dia mengantarkan tim berjuluk Bajul Ijo ini tampil sebagai juara Liga Indonesia dua kali pada 1996-97 dan 2004. Selain menjadi ikon Persebaya, Anang pun ikut mengibarkan Persija Jakarta. Anang membawa Persija juara Liga Indonesia pada 2001. Itu terakhir kali Macan Kemayoran menjadi juara di kasta tertinggi liga domestik.

Anang Maruf

Prestasi Anang di level Timnas pun tidak kalah moncer. Dia membawa Merah Putih merebut medali perak SEA Games 1997 dan perunggu di SEA Games 1999.

Anang terhitung pemain tangguh karena sepanjang kariernya, dia hampir tidak pernah mengalami cedera serius. Anang berusaha keras menghindari benturan. Namun malang tidak dapat ditolak, hingga dia mengalami dislokasi bahu. Dia terpelanting setelah menerima tekel keras dari pemain Persitara Jakarta Utara, Sutikno.

Kejadian ini terjadi 2008 lalu. Benturan di lapangan ini berbuntut panjang hingga Tikno, pemain yang notabene juniornya di Persebaya itu, didenda Komisi Disiplin PSSI sebesar Rp 25 juta. Tapi Anang dan keluarga ikhlas menerima cobaan ini. 

Kehidupan Anang kini berbanding terbalik 180 derajat. Karena sanksi FIFA, karier kepelatihannya mandek. Terlebih, usahanya yang dirintisnya di Bali mengalami masa surut. Tidak ada pilihan, Anang kini menjadi bagian Go-Jek untuk menambah penghasilan di tengah kesibukan melatih SSB. 

"Ya bagaimana lagi mas. Pemerintah kan sudah menghentikan kompetisi sepakbola nasional. Otomatis saya hanya melatih SSB saja," aku Anang usai sera terima atribut Go-Jek di kantor cabang Surabaya.

Waktu yang fleksibel dan aturan yang tidak mengikat di Go-Jek membuat Anang merasa nyaman menjalani pekerjaan sampingan ini. Anang kini harus bergelut di jalan raya, berjibaku dengan kemacetan kota Pahlawan.

"Lagian, aturan di Go-Jek kan tidak ketat mas. Sewaktu-waktu bisa kemana-mana tanpa ada jadwal yang ketat. Jadi, saya bisa mengatur waktu saya sendiri," sambung bapak dua anak tersebut.

R24/liputan6/Noe

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru