Rabu, 03 September 2014
10 Sekolah di Riau Tak Terakreditasi
0
Foto:Ilustrasi
10 Sekolah di Riau Tak Terakreditasi
Pemerintah Provinsi Riau sepertinya harus semakin gencar meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah/madrasah yang ada saat ini. Pasalnya, saat ini tercatat ada 10 sekolah/madrasah di Provinsi Riau tidak terakreditasi. Hal ini terungkap setelah Badan Akreditasi Provinsi (BAP) melakukan penilaian terhadap 1.158 sekolah/madrasah di Riau.

Berdasarkan data yang diperoleh Tribun dari BAP Provinsi Riau, tingkat SD paling banyak yang tak terakreditasi. Jumlahnya yaitu tiga sekolah. Tingkat MTs dan SMK masing-masing ada dua yang tak terakreditasi.

Sementara tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), SMP dan Madrasah Aliyah masing-masingnya satu sekolah. Lalu yang 100 persen terakreditasi adalah tingkat TK/RA dan SMA.Tak hanya tak terakreditasi, 126 SD juga dinilai terakreditasi C.

Selanjutnya, tingkat RA ada enam madrasah, MI 20 madrasah, SMP 10 sekolah, MTs 23 madrasah dan MA 19 madrasah, SMA 9 sekolah. Sementara, tingkat SMK tak satupun yang terakreditasi C. " Untuk SMK kualitasnya tergolong bagus," ungkap Ketua BAP Provinsi Riau, Dra Siti Maryam MM kepada Tribun, Minggu (18/11).

Menurut Siti, dari 49 SMK yang dinilai, 28 sekolah diantaranya terakreditasi A. Lalu untuk akreditasi B ada 19 sekolah. Kondisi ini dianggapnya sebagai sebuah kemajuan. Siti juga mengapresiasi akreditasi di jenjang SMP. "Tapi secara keseluruhan jenjang akreditasi kali ini lebih baik dibanding tahun lalu. Ada peningkatan sekitar 5 sampai 6 persen untuk akreditasi nilai B," terangnya.

Dijelaskan Siti, adanya sekolah/madrasah yang tak terakreditasi atau terakreditasi C karena tidak memenuhi delapan standar pendidikan yang ditetapkan Badan Standar Nasional.

Di daerah-daerah, masih banyak terkendala di tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serta sarana prasarana. Misalnya sekolah/madrasah itu tak mempunyai petugas laboratorium, sarana olahraga, ruang ganti dan sebagainya.

Karena itu, Siti memandang musti ada perhatian dari masyarakat, Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama pada sekolah/madrasah. "Jangan asal bangun sekolah saja. Tidak musti mewah tapi setidaknya terpenuhi standar pendidikan nasional," ujarnya.

Adanya sekolah/madrasah yang terakreditasi C juga diengaruhi oleh kondisi pendidik dan tenaga kependidikan di daerah yang tak sesuai standar layak. Dimana ada guru yang ternyata sudah mengajar meski baru lulus SMA. Padahal pendidikan guru semestinya minimal Strata
1. Kepala sekolah juga ada yang belum berpendidikan Strata 2.

Namun, kesalahan atas terjadinya kondisi ini tidak bisa dilimpahkan pada sekolah saja. Tapi pemerintah, yayasan dan masyarakat harus proaktif mencari solusinya. Sehingga kedepannya tiap sekolah minimal memenuhi delapan standar pendidikan itu. Karena jika tidak, imbas dari masih adanya kekurangan ini bisa berpengaruh langsung pada kualitas pendidikan di daerah.

Menurut Siti, tidak ada sanksi bagi sekolah yang tak terakreditasi tahun ini. Namun, sekolah/madrasah tersebut harus diakreditasi ulang tahun depan. Sementara yang terakreditasi C, masih terbuka peluang untuk  ikut lagi tahun depan dengan catatan  asal masih ada kuota.

Pengakreditasian diwajibkan. Karena berdasarkan program dari pemerintah, seluruh sekolah/madrasah minimal  terakreditasi B pada
tahun 2014 mendatang.

Dalam kesempatan itu, BAP juga menyampaikan sekolah dan madrasah bahwa surat keputusan penetapan jenjang akreditasi sudah bisa diambil dari Unit Pelaksana Akreditas (UPA) sekolah/madrasah di kabupaten/kota masing-masing. "Yang belum terakreditasi tahun ini, diminta ikut akreditasi tahun depan. Dengan catatan kepada sekolah hendaknya memperhatikan pemenuhan delapan standar pendidikan sesuai Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005," kata dia.

Diterangkan Siti, sebelumnya di tahun 2012 ini BAP Sekolah/Madrasah (BAP-SM) Provinsi Riau mendapat kuota 1.285 sekolah/madrasah dari APBN. Namun, yang terealisasi ada 1.158 sekolah/madrasah. Disamping itu ada juga dari APBD Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 38 sekolah dan Kabupaten Kampar 30 sekolah.

Setelah melalui proses yang telah ditetapkan oleh BAP-SM, validasi dilanjutkan visitasi oleh asesor ke sekolah/madrasah maka didapatkan nilai. Nilai sekolah/madrasah itulah yang disusun sebagai bahan yang dibawa ke sidang pleno penetapan jenjang. "Pleno sudah dilakukan pekan lalu dan dihadiri langsung oleh sekretaris BAN-SM, Syamsir Alam MA.

Bersamaan sidang pleno itu, BAP-SM juga menggelar seminar tindak lanjut hasil akreditasi sekolah/madrasah Riau. Seminar itu menurut Siti menghadirkan Kepala Disdik Riau, HM Wardan MP dan Kepala Kemenag Riau, Drs Tarmizi Tohor MA. Dalam seminar tersebut BAP-SM menyimpulkan bahwa pihaknya sadar akan perlunya perbaikan sarana prasarana maupun sistem pembelajaran di sekolah/madrasah.(Tribunpekanbaru.com)
Silahkan SMS ke No HP : 0812 6866 1601, Invite Pin BB : 2756E754,
atau email ke alamat : redaksi@riau24.com
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     
  • Subscribe

    untuk mendapatkan berita terbaru

Baca

Versi mobile Riau24 disini

m.Riau24.com