riau24 NASA Mau Bikin Pesawat 'Penombak' Komet | Berita Riau
Minggu, 11 Desember 2016

NASA Mau Bikin Pesawat 'Penombak' Komet

0
Ilustrasi asteroid (Dok. NASA)
Berita Riau -  NASA Mau Bikin Pesawat 'Penombak' Komet

Jakarta-Riau24.com -NASA memang telah berhasil menyambangi Pluto dan sedang dalam persiapan misi dengan awak ke Mars. Badan antariksa Amerika Serikat ini juga berambisi mengeksplorasi komet dan asteroid yang berada di tata surya.

Baru-baru ini, tim teknisi NASA di Jet Propulsion Laboratory (JPL) mengumumkan cara baru yang diyakini lebih mudah untuk memburu komet, yaitu dengan menombaknya.

NASA berencana merakit pesawat robotika antariksa bernama Comet Hitchhiker yang akan menunggangi komet dan asteroid dengan cara menombaknya dengan tali tambatan.

Dari laporan resmi NASA, saat Comet Hitchhiker berhasil melakukan tugasnya, ia akan melepaskan diri dan mengaitkan kembali ke komet lainnya. Cara ini diyakini oleh tim NASA sebagai bentuk meminimalkan penggunaan bahan bakar pesawat antariksa.

Diketahui, untuk mampu mendarat di objek batu seperti komet dan asteroid terbilang sulit, mengingat mereka bergerak sangat cepat sekitar 24 kilometer per detik. Dengan kata lain, pesawat antariksa harus lebih cepat agar bisa mengejarnya dan mampu menyesuaikan kecepatan saat ia berhasil menyambangi komet atau asteroid.

Bisa dikatakan, salah satu tantangan dalam merakit pesawat robotika khusus pemburu komet dan asteroid adalah dari sisi teknik kecepatan agar bisa berfungsi dengan sempurna, ditambah ukuran objek batu ini tak besar dengan tarikan gravitasi yang kecil, sehingga pesawat antariksa perlu melakukan usaha banyak untuk manuver.

Tim NASA mengatakan, ide ini seperti memancing ikan. Comet Hitchhiker akan menombaknya dengan tali agar bisa terhubung dengan komet atau asteroid. Tali itu akan diperpanjang agar tidak terjadi ketegangan. Aksi ini diyakini bisa menyesuaikan kecepatan antara pesawat antariksa dengan si asteroid atau komet, supaya ia bisa mendarat secara pelan-pelan.

Pimpinan investigasi Comet Hitchhiker di JPL, Masahiro Ono mengatakan, tali tambatan komet harus terbuat dari bahan yang kuat seperti tabung karbon nano dengan tombak berlian. Rencananya, tali tambatan itu akan sepanjang 99 kilometer dan 997 kilometer untuk aksi manuver.

 R24/cnnindonesia/noe
Sumber:
cnnindonesia.com
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita PekanbaruBerita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam