riau24 Ini Alasan Pemerintah Bakal Impor Beras | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Ini Alasan Pemerintah Bakal Impor Beras

0
Pekerja tengah memindahkan beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Jumat (18/9/2015). Harga beras mengalami kenaikan hingga 14 persen dari harga tahun lalu yang disebabkan oleh melonjaknya biaya produksi mencapai 20 persen. (Angga Yuniar)
Berita Riau -  Ini Alasan Pemerintah Bakal Impor Beras

Jakarta-Riau24.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan akan melakukan impor beras demi mencukupi kebutuhan beras pada 2016. Direktur UtamaPerum Bulog Djarot Kusumayakti mengungkapkan sebagai perusahaan pensuplai beras nasional, cadangan beras bulog saat ini sebanyak 1,7 ton. Cadangan tersebut terbagi dari beras medium dan beras premium.‎

"Data kami sampai kemarin ada 1,7 juta ton. Dengan  600 ribu dalam bentuk komersial atau rastra (beras sejahtera), dan 1,1 beras kualitas medium‎," kata Djarot di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (25/9/2015).

Perum Bulog memperkirakan dengan cadangan itu ‎diperkirakan  sampai akhir tahun secara keseluruhan hanya tersisa sekitar 60 ribu - 70 ribu ton cadangan beras. Cadangan itu diperkirakan tidak akan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan beras sembari menunggu masa panen. Masa panen raya itu sendiri Djarot menuturkan akan ‎mundur karena dampak El Nino yang cukup besar di akhir tahun, sehingga berimbas pada 2016.

"‎Kalau dilihat kondisi normal panen raya (2016) itu di Maret-April, tapi kalau El Nino ini cukup dahsyat tentu itu akan mundur," tegas Djarot.

Sebagai perusahaan pemasok beras, Bulog tidak memiliki rekomendasi apapun ke pemerintah. Dalam hal ini, Bulog hanya akan mendukung pemerintah dalam menampung dan menyalurkan beras, terlepas apakah itu beras impor atau beras lokal.

‎Besaran impor beras yang diperkirakan sebesar 1,5 juta ton tersebut, menjadikan prosesnya cukup panjang. Untuk itu menurut Djarot satu hal yang wajar jika pemerintah mulai memikirkan stok beras 2016 mulai dari sekarang.

"Ini yang mungkin menjadi pertimbangan beliau (Wapres JK) tidak mau bermain-main dengan beras yang jadi kepentingan masyarakat banyak," ujar Djarot.

R24/noe/liputan6 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru