riau24 Di Purwakarta, Warung atau Minimarket yang Jual Rokok ke Pelajar Akan Ditutup | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Di Purwakarta, Warung atau Minimarket yang Jual Rokok ke Pelajar Akan Ditutup

0
Berita Riau -  Di Purwakarta, Warung atau Minimarket yang Jual Rokok ke Pelajar Akan Ditutup

Purwakarta-Riau24.com - Purwakarta memberlakukan aturan tegas bagi perokok di bawah umur atau yang berstatus pelajar. Sanksi berat mengancam, baik bagi pelaku juga bagi yang menjual.

Dalam keterangannya, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyampaikan kalau dia sudah mengeluarkan PERBUP No 71 yang nantinya akan diimplementasikan melalui PERDES Desa Berbudaya.

"Mengeluarkan larangan merokok bagi pelajar dan anak dibawah umur serta pelarangan warung, toko, minimarket serta supermarket menjual rokok kepada pelajar dan anak di bawah umur termasuk larangan bagi orang tua untuk menyuruh anaknya membelikan rokok," kata Dedi, Jumat (25/9/2015).

Per 1 oktober 2015 larangan merokok bagi pelajar dan anak dibawah umur serta pelarang warung/minimarket untuk menjual rokok kepada pelajar dan anak di bawah umur resmi diberlakukan. Dedi khawatir, apabila dibiarkan akan merusak generasi muda.

"Atas kekhawatiran karena mudah sekali pelajar dan anak-anak membeli rokok maka saya membuat perbup ini dengan melarang anak-anak merokok serta membelinya termasuk orang tua untuk tidak menyuruh anaknya membelikan rokok. Hal ini adalah agar menjadi panduan agar orang tua untuk berani tegas melarang anaknya (pelajar/dibawah umur) untuk merokok selain menghambat perkembangan anak juga menjadikan anak konsumtif," urai dia.

Dalam Perbup tersebut Dedi pun mengungkapkan akan ada hukuman bagi yang melanggar dimana hukumannya bagi pelajar adalah tidak akan naik kelas dan tidak akan mendapatkan pelayanan kesehatan sedangkan bagi yang menjual kepada anak dibawah umur terancam warung/toko/minimarket akan ditutup.

"Hukumannya bagi pelajar atau anak di bawah umur adalah tidak akan naik kelas dan tidak akan diberikan pelayanan kesehatan sedangkan bagi yang menjual kepada anak-anak atau pelajar kita akan tutup," ungkapnya.

Untuk mengawal kebijakan ini Dedi pun akan menerjunkan tim kesehatan termasuk doker ke sekolah sekolah untuk memeriksa para pelajar, sedangkan untuk bagi para penjual untuk dikota akan diawasi langsung oleh Satpol PP dan untuk di Desa diawasi melalui Perdes Desa berbudaya.

"Dokter dan tim kesehatan akan terjun langsung ke sekolah untuk memeriksa,untuk pengawasan bagi penjual untuk diwilayah kota kita akan terjunkan lansung Satpol PP sedangkan Di desa melalui Perdes desa berbudaya dimana hukum adat yang akan diberlakukan," tutup dia. 

R24/noe/detik 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru