riau24 3 Obat Anti-Kesal Saat Macet-Macetan Bareng Keluarga | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

3 Obat Anti-Kesal Saat Macet-Macetan Bareng Keluarga

0
Ilustrasi Saat Dalam Kemacetan (Foto: Nazar)
Berita Riau -  3 Obat Anti-Kesal Saat Macet-Macetan Bareng Keluarga

Riau24.com- Ironis memang, rasa kesal muncul saat macet. Ayah lelah, dan satu sama lain sibuk sendiri. Padahal mereka berada dalam satu mobil yang artinya punya jarak sangat berdekatan.

Roslina Verauli, psikolog yang hadir dalam acara Castrol Magnatec Stop-Start Family Fest, di Jakarta, mengatakan kondisi macet memang kerap tidak bisa dihindari. Namun orang tua dalam hal ini sebaiknya menjadi orang yang kreatif untuk memiliki waktu yang berkualitas bersama keluarga pada kondisi seperti ini.

Ada tiga hal yang menjadi "obat" saat menghadapi kondisi macet, yakni kegiatan yang sederhana, fun, dan semua terlibat.

"Macet adalah stresor (penyebab stres). Kita harus jadi orang tua yang kreatif. Kita harus membangun quality time bersama keluarga. Ada tiga hal yang sederhana saja. Punya kegiatan sederhana, yang penting menyenangkan, dan dilakukan bersama-sama. Sederhana, fun, dan semua terlibat," ujar Rosalina.

"Kalau diam-diaman saja, antar-anggota keluarga jadi kayak orang asing di dalam mobil. Kegiatan sederhana itu, nyanyi sama-sama, cerita sama-sama," tambahnya.

Berada dalam satu mobil juga memungkin satu sama lain untuk saling menyentuh. Dengan sentuhan, ikatan di antara anggota keluarga pun terbangun.

"Jarak ini adalah jarak yang tepat untuk membangun keakraban. Dengannya, Anda bisa saling menyentuh, menyentuh pasangan Anda. Bukan raba-raba. Tapi tunjukkan rasa sayang, pijat-pijat sayang. Ngobrol dengan anak-anak, saling kontak mata, itu intim loh," ujarnya.

"Misalnya nyanyi di sini senang, di sana senang, atau nyanyi sambil permainan. If you happy and you khow it say horee, 'horee...' If you happy and you khow it Touch mama, 'mama' (sambil sentuh mama)," tambahnya.

Selain bermain, bercerita pun bisa dilakukan dengan menggunakan kata "kita". Tujuannya agar satu sama lain dengan demikian jadi merasa terlibat atau dilibatkan.

"Lewat cerita. Ceritanya tidak lagi pakai aku, gue, tetapi pakai kata 'kita'. (Misalnya) "Eh kita nanti (pergi ke mana. bikin apa, dsb)".

R24/awa/otosia 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru