riau24 Berharap Masuk Kalender Wisata Nasional | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Mengenal Tradisi “Mamucuak” Di Sungai Larangan Kuansing

Berharap Masuk Kalender Wisata Nasional

0
Tradisi Mamucuak di Sungai Larangan Pangkalan Indarung, Kuansing
Berita Riau -  Berharap Masuk Kalender Wisata Nasional

Kuansing-Riau24.com-Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi memiliki tradisi yang berbeda-beda dalam menangkap ikan, jika di daerah pinggir sungai kuantan mulai dari Hulu kuantan, Kuantan Mudik, Gunung Toar sampai ke Cerenti memiliki tradisi mambuka tobek saat akan turun ke ladang.

Dimana masyarakat, baik tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan turun bersama-sama ke tobek (sawah) dengan membawa jala, jaring maupun songkok dan tangguak untuk mencari ikan. Sebab jika tobek sudah di buka tentu akan tiba waktu turun ke ladang dan warga diperbolehkan untuk menangkap ikan.

Namun berbeda pula bagi masyarakat Pangkalan Indarung Kecamatan Singingi, tradisi menangkap ikan dengan membentangkan pucuk daun kelapa atau lebih dikenal dengan mamucuak dilaksanakan di Sungai Larangan Desa Pangkalan Indarung Kecamatan Singingi setiap tahunnya.

Pemerintah desa dengan masyarakat membuat peraturan bagi warganya, dengan melarang warga menangkap ikan di luar musim panen dan siapa yang melanggar akan diberi sanksi. Desa Pangkalan Indarung adalah sebuah perkampungan tua yang berada di Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi. Untuk menuju ke Pangkalan Indarung akan melewati akses jalan aspal dan jalan tanah berkerikil dengan tanjakan yang lumayan tinggi dan kondisi akses jalan masuk yang sulit ditempuh.

Pangkalan Indarung memiliki sungai yang dikenal dengan lubuk larangan akan tetapi airnya jernih dan hanya setinggi lulut orang dewasa sehingga terlihat bebatuan dan ikan–ikan. Bahkan mantan Wakil Gubernur Riau HR. Mambang Mit (31 Mei 2012) lalu, pernah hadir ke daerah ini dan sangat berharap kegiatan ini bisa masuk dalam kalender wisata nasional seperti pacu jalur dan tradisi membakar tongkang.

Ini disebabkan, tradisi mamucuak ini sangat perlu dilestarikan untuk masa–masa yang akan datang, karena tradisi ini sangat baik dan dinilai langka di Riau dan di Indonesia serta memiliki ciri khas tersendiri. Makanya Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Pemkab Kuansing) telah menjadikan kegiatan memucuak sebagai salah satu agenda wisata tahunan, dan tahun ini kembali akan digelar Sabtu (26/9/2015) yang bakal dihadiri Bupati Kuansing, H. Sukarmis, Muspida, Ketua DPRD Andi Putra, SH, Sekdakab Kuansing Drs. H. Muharman, M. Pd, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian, Camat dan Pejabat eselon se Kuansing.

" Tahun ini kembali digelar tradisi mamucuak di sungai Larangan Desa Pangkalan Indarung Kecamatan Singingi, Sabtu (26/9/2015) yang bakal dihadiri Bupati Kuansing, H. Sukarmis, Muspida, Ketua DPRD Andi Putra, SH, Sekdakab Kuansing Drs. H. Muharman, M. Pd, para Kepala Dinas, Kepala Badan, kepala Bagian, camat dan pejabat eselon se Kuansing," ungkap Kabag Umum Setdakab Kuansing, Drs. Muradi ketika dihubungi Riau24.com, Jum'at (25/9/2015).

Dikatakan Muradi, Plt Gubernur Riau Arsyajuliandi Rahman dan muspida Pemprov Riau tidak akan hadir. “Meskipun demikian kegiatan tersebut tetap akan semarak, karena digelar sekali dalam setahun,” katanya.

R24/mrd/replizar

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru