riau24 Masyarakat Kumpulkan Koin untuk Kejari | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Dukung Pengusutan Penyelewengan Dana Bansos Pemkab Inhu

Masyarakat Kumpulkan Koin untuk Kejari

0
Kajari Rengat, Teuku Rahman SH
Berita Riau -  Masyarakat Kumpulkan Koin untuk Kejari

Inhu-Riau24.com-Akhirnya hampir seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sepakat untuk mengumpulkan koin untuk Kejaksaan Rengat dalam mengungkapkan kasus penyelewengan dana Bansos tahun 2012-2014 di Bagian Kesra pemkab Inhu.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu tokoh masyarakat yang juga mantan pejabat di lingkungan pemkab Inhu yang enggan namanya disebutkan.

"Setelah membaca beberapa media yang menerbitkan berita penyelewengan dana bansos yang dilaporkan oleh ketua KNPI Inhu Supri Handayani, saya sangat berharap pembuktian kinerja Kajari Rengat dalam mengungkap hal ini. Saya sangat mendukung, sebagai pensiunan saya juga merasakan banyaknya penyelewengan yang terjadi." ungkap H.

Hal senada juga terungkap dari beberapa elemen masyarakat sampai di pelosok Desa, dalam waktu dekat ini akan melakukan penggalangan koin untuk membantu Kejaksaan (Kejari) Rengat dalam melakukan penyelidikan dugaan penyalah guna dana Bansos dari tahun 2012-2014.

Pengumpulan koin ini dengan menggalang kerja bersama berbagai kelompok masyarakat Inhu. Lebih dari sekedar nilai uang yang terkumpul, gerakan ini adalah wujud kepedulian dan keprihatinan akan penanganan korupsi di Inhu yang tak kunjung selesai. Masyarakat Inhu dari pelosok desa tidaklah buta terhadap berita.

“Apa yang berkembang selama ini di kabupaten Inhu di seluruh belahan dunia baik melalui media cetak dan media online yang semakin berkembang. Kepentingan kami sebagai warga negara yang berada di daerah dan desa adalah ingin memberikan kontribusi yang nyata terhadap Inhu yang lebih baik," ujar Malik di Air Molek.

Dukungan rakyat pada Kejari, saat ini adalah bentuk harapan dan tuntutan agar Kejari bekerja lebih baik. Menurutnya kinerja Kejari Rengat harus lebih optimal di masa depan dan apa yang dicapai oleh Kejari Rengat saat ini dengan prestasinya secara kuantitatif dan kualitatif sangat rendah dibandingkan dengan dana operasional, jumlah personal dan kewenangan berbanding terbalik dengan besarnya harapan dan dukungan publik kepada Kejari Rengat.

"Praktek korupsi, Kolusi dan Nepetisme (KKN) secara kasat mata terjadi di keseharian penyelenggara negara di lingkup pemkab Inhu. Selagi rakyat masih mendukung dan belum patah hati, Kejari Rengat harus bisa menunjukkan kinerjanya, membalas kecintaan rakyat Inhu dengan karya nyata," ungkapnya.

Ditambahkan, Penerima Hibah/Bansos berturut-turut dari Pemerintah Pemkab Inhu Tahun anggaran 2012-2015, Untuk dana Bansos Tahun 2012 sebesar Rp 12.864 M, untuk 24 Organisasi dan Ormas, Tahun 2013 sebesar Rp 14.577 M untuk 33 Organisasi dan Ormas, Tahun 2014 sesuai laporan hasil Korsup pencegahan korupsi bidang APBD dan Hibah/Bansos pada pemerintah kabupaten Inhu sebesar Rp 7.825 M untuk 26 Organisasi dan Ormas, dan Tahun 2015 sebesar Rp 5.950 M untuk 26 Organisasi dan Ormas gagal dilaksanakan karena adanya surat dari BPKP Perwakilan Riau tertanggal 23 Juni 2015.

Terkait hal ini, Kajari Rengat Teuku Rahman SH saat disampaikan pesan singkat SMS dengan nomor 08231109xxxx sampai berita dimuat belum ada jawaban dari Teuku Rahman SH.

R24/mrd/toni

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru