riau24 Menteri KLH : 22 Perusahaan di Riau yang Terjadi Karlahut, Bisa Dicabut dan Dibekukan Izinnya | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Menteri KLH : 22 Perusahaan di Riau yang Terjadi Karlahut, Bisa Dicabut dan Dibekukan Izinnya

1
Siti Nurbaya
Berita Riau -  Menteri KLH : 22 Perusahaan di Riau yang Terjadi Karlahut, Bisa Dicabut dan Dibekukan Izinnya
Pekanbaru-Riau24.com-Terdata sebanyak 22 perusahaan di Riau yang diduga penyebab terjadinya kabut asap, diakibat lalai menjaga lahan konsensi. Sehingga, terjadi suatu kebakaran lahan dan hutan (Karlahut). Maka izinnya ini dapat dicabut atau dibekukan.
 
Menteri Kehutanan Lingkung dan Hidup (KLH) Siti Nurbaya, berujar, memang dari data yang diterima itu ada 22 perusahaan diduga ini menjadi 'biang asap' di Riau. Dan saat ini tengah memeriksa ke 22 tersebut. Dan kemungkinan nanti akan bertambah jumlahnya.
 
"Yach, kini kita tengah memeriksa ke 22 perusahaan di Riau. Diduga melakukan pembakaran atau atas kelalaian maka sehingganya yang terjadi Karlahut. Diperiksa adalah administratifnya. Sedangkan arah untuk ke pidana, masih dianalisis lagi, semua di Riau," ujarnya.
 
Ini disampaikan Menteri KLH saat dihubungi. Siti Nurbaya menyebut
pihaknya ada mengantongi nama-namanya dan sedang diperiksa di lapangan demi klarifikasi verifikasi untuk mendapatkan kebenaranya dari dugaan tersebut. Namun, Siti sangat mendukung kinerja Polri.
 
"Kementerian sangat mendukung kinerja Polri untuk mempidanakan perusahaan perusak lingkungan. Sementara pihaknya, juga akan memberikan sanksi administratif kepada perusahaan. Kalau halnya untuk pidana itu sedang dianalisis mencari kebenaran," sebutnya.
 
Dalam pesan singkatnya, Menteri ini menyebutkan, untuk proses ini dilakukan secara paralel. Nanti ini tentu yaitu pidana, perdata, lanjut pada administratif. Sementara hal dari Kementrian dilakukan adalah pembekuan izin atau pencabutan izin, sesuai hasil pemeriksaan. R24/dai
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Rudiyanto
Minggu, 27 September 2015 20:22 wib
Yang benar aja buk menteri. Apa bisa bersikap tegas ? Karena ini perusahaan juga hasilkan uang
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru