riau24 Usai Demo Bersih 4 'Kuningkan' Malaysia, Lalu? | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Liputan Khusus Malaysia

Usai Demo Bersih 4 'Kuningkan' Malaysia, Lalu?

0
Ilustrasi Liputan Khusus Malaysia
Berita Riau -  Usai Demo Bersih 4 'Kuningkan' Malaysia, Lalu?
Kuala Lumpur-Riau24.com"Pasti akan ada insiden berdarah. Aku yakin itu," kata seorang pria yang hanya ingin dipanggil Khaled kepada The Malay Online, di pagi hari sebelum demo Bersih 4 diadakan, Sabtu 29 Agustus 2015. 

Tahun ini, organisasi Bersih berunjuk rasa selama dua hari pada 29 dan 30 Agustus. Mereka menuntut Perdana Menteri Nadjib Razak turun dari jabatannya setelah skandal dugaan aliran dana US$ 700 juta terkait 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Para pendemo juga menghendaki pemilu yang transparan dan adil.

"Pengalaman sewaktu Bersih 2 beberapa tahun lalu, persis mirip. Pagi tadi, polisi menangkap 4 orang berbaju kuning dan membawa bendera. Saat unjuk rasa Bersih 2, awalnya sama, pagi-pagi ada yang ditangkap," kata salah seorang penjuang nasi lemak mengenang aksi pada 2011,  di mana 1.700 demonstran ditangkap dan puluhan dari mereka terluka.

"Bayangkan saja nanti saat unjuk rasa. Aku yakin akan parah," katanya lagi. Tak lama ia selesai berbicara, mobil-mobil polisi lalu lalang di hadapannya. 

Pemerintah Malaysia melakukan sejumlah antisipasi menghadapi demonstrasi Bersih kali ini. Di antaranya, mereka memblokir situs Bersih 4, mewajibkan wartawan untuk mendaftar peliputan, dan membagi-bagikan rompi spesial sebagai penanda bahwa mereka awak media.

Selain itu, Kementerian Dalam Negeri Malaysia menurunkan 4.000 pasukan polisi untuk menjaga kerumunan orang.

Kekhawatiran yang sama dialami oleh Muhammad Akmal, seorang penjaga keamanan di salah satu gedung yang rencananya dilalui para demonstran. Ia menilai, gerak-gerik dan persiapan aparat mirip dengan Bersih 2. Pria berusia 70 tahun ini memprediksi akan terjadi insiden. 

"Bakal lebih parah dan berdarah-darah. Aku bisa lihat kedua belah pihak akan sama-sama terluka,"kata Akmal.

"Dari kemarin, sudah ada perintah untuk melarang apapun yang berwarna kuning. Polisi telah sita kaus-kaus kuning," ujar Akmal lagi.

Kementerian dalam negeri juga telah melarang dan menyita siapapun yang menjual kaus Bersih 4.

"Gedung-gedung yang rencananya akan dilewati oleh para pengunjuk rasa juga diminta tutup selama demo berlangsung," tutur Akmal.

"Bahkan supervisorku bilang, kalau sampai terjadi apa-apa, pintu harus dikunci dan jangan biarkan mereka masuk biarpun mereka minta tolong," jelas Akmal.


Lautan Manusia' serba kuning di demo besar-besaran Malaysia menuntut PM Najib Razak mundur. (Reuters) 

Meski diprediksi akan terjadi rusuh luar biasa, namun hal itu tidak menyurutkan langkah seorang pensiunan. William Leeong, namanya, bergabung dengan para peserta unjuk rasa lainnya di Kuala Lumpur.

Jauh-jauh dia datang dari Penang untuk menjadi bagian dari sejarah, meskipun keluarganya melarang.

"Keluargaku melarang karena mereka takut ada insiden. Tapi aku ingin berbuat sesuatu untuk negaraku,"kata Leeong. "Mungkin sebagian besar akan bilang percuma ikut unjuk rasa di KL, tapi bersama-sama kami akan menunjukkan ketidakpuasan dengan negara ini," tambahnya.

Pensiunan ini juga tidak peduli dengan larangan pemerintah untuk tidak memakai baju kuning. "Kalau mereka mau menangkap dan menahanku, lakukanlah. Aku tidak menyerah."

Untungnya semua ketakutan itu tidak terjadi.  Para pengunjuk rasa berdemo dengan riang dan damai. Bahkan para penjual dan kaki lima, yang memutuskan untuk tetap jualan di saat unjuk rasa berlangsung, memberi dua jempolnya memuji demo Bersih ini.

"Siapa yang bilang para pengunjuk rasa mengganggu usaha kami? Justru kami untung banyak," kata Karim Abdullah penjual kaki lima seperti dikutip dari The Rakyat Post, 2 September 2015. 

"Jualan kami dibeli semua, toko-toko sekitar sini dipenuhi oleh mereka. Para peserta demo makan dan minum di sini sebelum lanjut berorasi," tambahnya lagi. Pria berusia 32 tahun ini menceritakan suasana damai selama unjuk rasa berlangsung.

Penggalangan massa yang dilakukan oleh Bersih kali ini, memang menyedot banyak perhatian. Mereka boleh mengklaim bahwa telah berhasil 'menguningkan' Kuala Lumpur.

Tapi, bagi Perdana Menteri Nadjib Razak, mereka hanyalah segelintir kumpulan illegal yang ingin menjegal pemerintah yang sah. Pemilihan Lapangan Merdeka sebagai tempat berunjuk rasa dikecam.

"Tidakkah mereka mengerti, tindakan mereka itu sangat cetek dan rendah. Tidak punya patriotisme dan tidak mencintai negeri ini. Mereka ini ilegal," kata Perdana Menteri Najib saat membuka pertemuan Partai UMNO di Pahang, hari ini seperti dikutip dari media resmi Pemerintah Malaysia, Bernama.

"Apapun pilihan perbedaan politik antara kita, seharusnya Lapangan Merdeka dan Hari Nasional tidak dijadikan ajang politik," lanjut dia.

Meski dibilang ilegal, pendemo tak gentar dan tetap melajutkan unjuk rasa. Semua kalangan terlibat dan datang, termasuk mantan perdana menteri Malaysia, Mahatir Mohammad. Dr. M—begitu julukannya, meminta PM Nadjib untuk memperhatikan keinginan rakyat. Yang memintanya untuk mundur.

R24/liputan6/noe

 

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru