riau24 Guru Diminta Tugaskan Siswa Belajar di Rumah | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Sekolah Di Inhu Kembali Diliburkan,

Guru Diminta Tugaskan Siswa Belajar di Rumah

0
Suasana di salah satu sekolah di Inhu. Saat ini masih diliburkan
Berita Riau -  Guru Diminta Tugaskan Siswa Belajar di Rumah

Inhu-Riau24.com-Akibat kabut asap yang berkepanjangan, siswa-siswi di kabupaten Inhu kembali diliburkan. Pihak sekolah memberlakukan belajar di rumah hingga kondisi memungkinkan untuk pelaksanaan kegiatan belajar di sekolah.

“Belajar di rumah ini berdasarkan arahan dari Disdikbud Provinsi Riau dan laporan dari Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan se Kabupaten Inhu tentang perkembangan kondisi kabut asap yang masih cukup tebal. Jadwal masuk sekolah berikutnya akan mengacu pada kondisi kabut asap,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Inhu H Ujang Sudrajat SP Msi, melalui Sekretaris Ir. Winaldi.

Menurutnya, kondisi kabut asap yang terjadi dinilai masih berbahaya bagi kesehatan peserta didik. Kemudian berpedoman pada SK Gubernur Riau tentang Status Darurat Pencemaran Udara yang akan berakhir tanggal 30 September 2015 mendatang.

"Kami kembali mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan untuk kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan pola penugasan secara terstruktur. Kegiatan pembelajaran dari guru, selanjutnya dikerjakan oleh peserta didik di rumah dibawah bimbingan dan pengawasan orang tua,” ungkapnya.

Selain itu, Kabid Diknas Bahtiar menjelaskan bahwa untuk siswa yang duduk di kelas VI akan dilakukan sekolah sore sebagai pelajaran tambahan.

"Setelah kabut asap ini berakhir, kita akan tekankan ke guru kelas VI agar melakukan pelajaran tambahan di sore hari untuk mengejar ketertinggalan siswa. Dan ini bisa juga diberlakukan untuk tingkat SLTP dan SLTA, karena siswa kelas VI SD, kelas IX SLTP dan kelas XII SLTA akan menghadapi ujian Nasional (UN), persiapan mereka terganggu dan banyak mengalami ketertinggalan sejak kabut asap yang menyelimuti kabupaten Inhu." terang Bahtiar saat dikonfirmasi melalui telpon selularnya.

“Dengan bencana ini kita harapkan dapat diambil pembelajaran kepada pendidik dan tenaga kependidikan agar dapat mensosialisasikan larangan membakar lahan dan hutan kepada masyarakat melalui peserta didik,” tambahnya.

Lebih jauh disampaikanya, libur sekolah akibat kabut sudah terjadi selama tiga pekan lebih. Dengan demikian tentunya mengakibatkan sejumlah program Diknas tertunda, salah satunya ujian mid semester.

“Seharusnya pada bulan ini jadwalnya mid semester, namun harus tertunda dikarenakan kondisi asap yang semakin tebal,” terangnya.

R24/mrd/toni

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru